Misbah Fikrianto

Deputi Direktur Administrasi SEAMEO QITEP IN LANGUAGE, Kemendikbud Ristek.

Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila melalui Penguatan Literasi Iptek

Kompas.com - 01/10/2021, 12:17 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memantau vaksinasi massal terhadap pelajar di SMA Negeri 2 Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (23/9/2021). KOMPAS.COM/DOK KOMINFO CILACAPPresiden Joko Widodo (Jokowi) memantau vaksinasi massal terhadap pelajar di SMA Negeri 2 Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (23/9/2021).

 

KOMPAS.com - Pembangunan sumber daya manusia unggul dan berkarakter merupakan program prioritas nasional. Sumber daya manusia di Indonesia harus berlandaskan Pancasila. Karenanya, Kemendikbud Ristek berkomitmen untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Ada beberapa capaian profil Pelajar Pancasila, yaitu: Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, Berkebinekaan global, Gotong royong, Mandiri, Bernalar kritis, dan Kreatif. Sebagai contoh, gotong royong adalah salah satu nilai penting yang juga dijunjung bangsa Indonesia.

Pelajar Pancasila akan mampu melakukan kegiatan bersama-sama dengan suka rela, agar kegiatan tersebut terasa lebih lancar, mudah, dan ringan. Dengan gotong royong tentu dapat mendorong kolaborasi, kepedulian, serta rasa ingin berbagi kepada lingkungan sekitar.

Pada bagian Kemampuan Berpikir Kritis sendiri dapat diartikan sebagai kemampuan secara objektif memproses informasi baik secara kualitatif dan kuantitatif membangun keterkaitan antara berbagai informasi menganalisa informasi mengevaluasi dan menyimpulkannya.

Baca juga: Felsi 2021, di Tengah Pandemi Siswa Semangat Pulihkan Negeri lewat Literasi

Kemampuan ini merupakan bagian yang adaptif dan objektif terhadap informasi dan data yang ada. Kita semua terus melakukan peningkatan analisis terhadap semua pemberitaan dan wawasan, serta informasi yang berkembang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tantangan Revolusi Industri 4.0

Bagaimana kita sebagai sumber daya manusia, melakukan perubahan dan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan? Kita harus aktif dan responsif terhadap kondisi yang ada.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), dikaitkan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0. Kita terus mengembangkan tiga literasi, yaitu literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia.

Perubahan yang biasa menjadi kreatif dan inovatif merupakan kebiasaan baru yang terus dilakukan. Kita tidak boleh menunggu, namun kita harus proaktif dan produktif terhadap berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi.

Secara bertahap, masyarakat di Indonesia terus meningkat dan memiliki kompetensi dalam mewujudkan literasi dengan baik dan berkelanjutan.

Kompetensi yang dibutuhkan di antaranya kompetensi profesional (berdasarkan penguasaan hardskill dan softskill), kompetensi dalam bidang informasi teknologi, dan kompetensi Kepribadian untuk membentuk sumber daya manusia yang memiliki jati diri yang baik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.