Erwin Hutapea
ASISTEN EDITOR

Penyelaras Bahasa dan penulis di Kompas.com, pemerhati kebahasaan, dan pengelola media sosial Bicara Bahasa

Salah Kaprah Bahasa, antara Ketidaktahuan dan Kemalasan (1)

Kompas.com - 01/10/2021, 09:42 WIB
Ilustrasi Bahasa Indonesia ShutterstockIlustrasi Bahasa Indonesia

KOMPAS.com - Dalam kehidupan sehari-hari, acap kali kita mengucapkan kata-kata yang sebenarnya salah diksi atau pilihan kata, tetapi bisa dimengerti oleh orang lain, bahkan dianggap benar.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, itulah yang disebut sebagai salah kaprah, yaitu kesalahan yang umum terjadi sehingga banyak orang tidak merasakan itu merupakan suatu kesalahan.

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya salah kaprah, antara lain latar belakang pendidikan, di mana seseorang tidak mempelajari bahasa Indonesia secara formal sehingga dia tidak tahu mana yang benar dan salah.

Kata-kata yang diucapkan dan ditulis sehari-hari sesuai dengan pemahaman seadanya. Padahal, belum tentu kata tersebut memiliki pengertian dan konteks yang benar.

Baca juga: “Di-Gojek-in Aja”, Praktik Metonimia dalam Keseharian Kita

Beda lagi dari orang yang sudah belajar di bangku sekolah dan kuliah, tetapi malas dan tidak berniat untuk mencari tahu di kamus atau referensi resmi tentang pengertian suatu kata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Orang itu malah terus bertahan dengan pengertiannya sendiri yang berdasarkan perkiraan dan pengalaman. Terlebih lagi kalau ada pembelaan dari orang yang sepaham dengannya, orang tersebut makin yakin dengan apa yang dia mafhumi.

Hal semacam ini berpengaruh terhadap penggunaan bahasa Indonesia, bahkan cenderung merusak. Pengaruhnya tidak hanya pada individu, tetapi juga pada lembaga atau perusahaan, baik pemerintah maupun swasta.

Bahkan, institusi jurnalistik alias media massa yang saban hari bergelut dengan kata-kata pun tidak jarang masih melakukan praktik salah kaprah kebahasaan. Mari kita bahas sejumlah contoh diksi yang sering menjadi salah kaprah dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Peluluhan Kata Dasar Berawalan KPST

1. Donor dan donasi
Kata "donor" memiliki arti penderma atau pemberi sumbangan, jadi seharusnya bukan "pendonor" karena itu lewah atau berlebihan.

Contoh penggunaan:
- Donor darah artinya orang yang menyumbangkan darah.
- Donor sperma artinya orang yang menyumbangkan sperma.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.