Kompas.com - 27/09/2021, 12:53 WIB
Uji coba sekolah tatap muka tahap dua di SDN Duri Kepa 03, Jakarta Barat, Rabu (9/6/2021).). Kompas.com/Sonya Teresa Uji coba sekolah tatap muka tahap dua di SDN Duri Kepa 03, Jakarta Barat, Rabu (9/6/2021).).
|

KOMPAS.com - Meski masih dalam masa pandemi Covid-19, tetapi pendidikan harus tetap berjalan. Siswa atau mahasiswa harus belajar.

Caranya tentu dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tetapi, seiring dengan menurunnya angka Covid-19 maka sekolah diperbolehkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Hal ini sesuai dengan Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang menegaskan satuan pendidikan menyediakan pilihan layanan PTM terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan seizin orangtua/wali murid, serta PJJ.

Baca juga: Praktisi Pendidikan: Begini Cara Menyiasati Learning Loss

Sementara itu penuntasan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) juga menjadi fokus Kemendikbud Ristek dan Kemenkes dalam upaya menghadirkan sekolah aman dan nyaman di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Jumeri, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddikdasdikmen) Kemendikbud Ristek, pihaknya mengimbau agar sekolah mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Tentu untuk memastikan kesehatan dan keselamatan warga sekolah tetap menjadi yang utama saat melaksanakan PTM Terbatas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikatakan, Kemendikbud Ristek juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan dan pemantauan dinamika sekolah yang melaksanakan PTM Terbatas.

"Kami juga akan terus menyampaikan pembaruan data secara transparan untuk kesuksesan PTM Terbatas," ujarnya dikutip dari lamn Direktorat SMK Kemendikbud Ristek, Kamis (23/9/2021).

"Hal ini mengingat bahwa pembelajaran jarak jauh berkepanjangan dapat berdampak negatif bisa menyebabkan anak-anak Indonesia sulit mengejar ketertinggalan," jelasnya.

Baca juga: Dukung PTM Terbatas, Stikes Santo Borromeus Gelar Vaksinasi Pelajar Se-Bandung Raya

Dari data Kemendikbud Ristek per 19 September 2021, saat ini baru 42 persen satuan pendidikan yang berada di level 3, 2, dan 1 selama pemberlakukan PPKM yang menyelenggarakan PTM Terbatas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.