Kompas.com - 26/09/2021, 19:36 WIB
Salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Surabaya, Jawa Timur, melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi Covid-19. DOK. PEMKOT SURABAYASalah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Surabaya, Jawa Timur, melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi Covid-19.
|

KOMPAS.com - Program vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) terus dilakukan dan saat ini menjadi fokus Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Penyelesaian vaksinasi bagi PTK ini merupakan upaya menghadirkan sekolah aman dan nyaman di tengah pandemi Covid-19.

Vaksinasi PTK ini didorong agar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dapat segera diterapkan juga di daerah yang belum melaksanakan.

"Mas Menteri Nadiem menyampaikan aspirasi masyarakat terutama orangtua, pendidik, dan murid-murid sangat tinggi untuk bisa kembali ke sekolah," urai Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddikdasdikmen) Kemendikbud Ristek, Jumeri seperti dikutip dari laman Ruang Guru PAUD Kemendikbud Ristek, Minggu (26/9/2021).

Baca juga: Unesa-UMM Kembangkan Aplikasi bagi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus

PTM terbatas utamakan kesehatan warga sekolah

Menurut Jumeri, Kemendikbud Ristek senantiasa mengimbau agar sekolah mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hal ini untuk memastikan kesehatan dan keselamatan warga sekolah selama menjalankan PTM terbatas. Hal tersebut juga tetap menjadi yang utama saat melaksanakan PTM terbatas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumeri mengungkapkan, Kemendikbud Ristek selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan dan pemantauan dinamika sekolah yang melaksanakan PTM terbatas.

"Kami juga akan terus menyampaikan pembaruan data secara transparan untuk kesuksesan PTM terbatas. Mengingat bahwa pembelajaran jarak jauh berkepanjangan dapat berdampak negatif bisa menyebabkan anak-anak Indonesia sulit mengejar ketertinggalan," tegas Jumeri.

Dari data Kemendikbud Ristek per 19 September 2021 lalu, saat ini baru 42 persen satuan pendidikan yang berada di level 3, 2, dan 1 selama pemberlakukan PPKM telah menyelenggarakan PTM terbatas.

Baca juga: Ini Ciri dan Dampak Toxic Relationship Menurut Guru Besar UGM

Jumeri menambahkan, peranan pemerintah daerah juga sangat penting untuk menyukseskan PTM terbatas.

"Kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah memberikan izin bagi satuan pendidikan di level 1-3 untuk melaksanakan PTM terbatas. Tentunya dengan protokol dan aturan sesuai Inmendagri PPKM dan SKB 4 Menteri," imbuh dia.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.