Kompas.com - 24/09/2021, 17:03 WIB
Bupati Brebes Idza Priyanti memberikan arahan kepada siswa SMP Negeri 2 saat hari pertama menggelar PTM terbatas, Senin (6/9/2021). (Dok. Humas Pemkab. Brebes) Kompas.com/Tresno SetiadiBupati Brebes Idza Priyanti memberikan arahan kepada siswa SMP Negeri 2 saat hari pertama menggelar PTM terbatas, Senin (6/9/2021). (Dok. Humas Pemkab. Brebes)

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) memberikan pernyataan melalui rilis resmi menanggapi beredarnya isu klaster pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Kemendikbud Ristek melalui Dirjen PAUD Dikdasmen, Jumeri, menyampaikan terdapat empat miskonsepsi mengenai isu klaster pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang saat ini beredar di masyarakat.

1. Miskonsepsi klaster PTM terbatas

Jumeri mengungkapkan, telah terjadi miskonsepsi mengenai terjadinya klaster akibat PTM terbatas.

“Angka 2,8 persen satuan pendidikan itu bukanlah data klaster Covid-19, tetapi data satuan pendidikan yang melaporkan adanya warga sekolah yang pernah tertular Covid-19," tegas Jumeri.

"Sehingga, lebih dari 97 persen satuan pendidikan tidak memiliki warga sekolah yang pernah tertular Covid-19," jelas Dirjen PAUD Dikdasmen, di Jakarta, Jumat (24/09/2021).

"Jadi, belum tentu klaster," imbuh Jumeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kemendikbud Ristek: Penularan Covid-19 di Sekolah Saat PTM Terbatas Relatif Kecil

2. Belum tentu terjadi di sekolah

Miskonsepsi kedua, dijelaskan Dirjen PAUD Dikdasmen, bahwa belum tentu juga penularan Covid-19 terjadi di satuan pendidikan.

Data tersebut didapatkan dari laporan 46.500 satuan pendidikan yang mengisi survei dari Kemendikbudristek. "Satuan pendidikan tersebut ada yang sudah melaksanakan PTM Terbatas dan ada juga yang belum," kata Jumeri.

3. Laporan beredar dari data 14 bulan terakhir

Selanjutnya miskonsepsi ketiga, Jumeri menjelaskan angka 2,8 persen satuan pendidikan yang diberitakan itu bukanlah laporan akumulasi dari kurun waktu satu bulan terakhir.

"Itu bukan berdasarkan laporan satu bulan terakhir, tetapi 14 bulan terakhir sejak tahun lalu yaitu bulan Juli 2020," ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.