Kompas.com - 22/09/2021, 19:23 WIB
Siaran live Instagram Tanoto Foundation dengan topik ?Memahami Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini, Selasa (21/9/2021).
DOK. Instagram Tanoto FoundationSiaran live Instagram Tanoto Foundation dengan topik ?Memahami Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini, Selasa (21/9/2021).

KOMPAS.com – Pendidikan anak usia dini (PAUD) penting diberikan selama masa golden age atau usia emas. Sebab, pada usia ini, otak anak tumbuh dan berkembang sangat cepat.

Untuk menunjang tumbuh kembang anak, kegiatan belajar di PAUD diklaim dapat memberi rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai pada usia pra-sekolah.

Namun sebenarnya, di usia berapa anak bisa masuk PAUD?

Early Childhood and Education Development (ECED) Program Specialist Tanoto Foundation Arnoldus Paut mengatakan, pendidikan bagi anak usia dini bisa dimulai sejak mereka lahir.

Baca juga: Banyak Miskonsepsi, Ini Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

“Perlu diketahui, anak sejak lahir sampai usia 6 tahun sudah bisa mendapatkan stimulasi di satuan pendidikan. Hal ini tergantung dari ketersediaan tempat dan wilayahnya,” ujarnya saat siaran live Instagram Tanoto Foundation dengan topik “Memahami Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini", Selasa (21/9/2021).

Pasalnya, kata Arnold, tidak semua wilayah di Indonesia, terutama di desa-desa, menyediakan fasilitas PAUD untuk anak usia di bawah 3 tahun. Akibatnya, banyak anak masuk PAUD pada usia 3-6 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan melakukan investasi sejak usia dini melalui rangsangan motorik halus dan kasar, kognitif, sosio-emosional, serta bahasa yang sesuai tahapan usia, maka anak-anak akan siap menghadapi berbagai kondisi.

Kondisi yang dimaksud, yaitu baik dalam aspek kesehatan, pembelajaran, maupun perilaku untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya, dan mencapai kesuksesan dalam kehidupan.

Baca juga: JICT Penuhi Asupan Gizi Balita dan Salurkan Bantuan Pendidikan Anak Putus Sekolah

Hal yang harus dipelajari anak usia dini

Dalam kesempatan tersebut, Arnold menjelaskan, biasanya orangtua menuntut anak usia dini, terutama 3-6 tahun untuk bisa membaca dan menulis.

Padahal, sebut dia, membaca atau menulis bukan merupakan output utama yang harus dimiliki anak-anak di usia dini. Namun, anak wajib mendapatkan stimulasi yang mendukung keterampilan sosial dan emosional juga disiplin diri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.