Kompas.com - 17/09/2021, 18:41 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim saat menginap di rumah seorang calon Guru Penggerak bernama Khoiry Nuria Widyaningrum atau Ibu Nuri, di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (13/9/2021).  Dok. Kemendikbud Ristek KOMPAS.com/RAHEL NARDAMenteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim saat menginap di rumah seorang calon Guru Penggerak bernama Khoiry Nuria Widyaningrum atau Ibu Nuri, di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (13/9/2021). Dok. Kemendikbud Ristek
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) membidik 405 ribu Guru Penggerak hingga akhir 2024.

Sejak pertama kali diluncurkan di Juli 2020, program Guru Penggerak banyak diminati guru.

Baca juga: Kemendikbud Ristek: Perguruan Tinggi DKI Jakarta Bersiap Jalani PTM Terbatas

Saat ini program Guru Penggerak sudah memiliki tiga angkatan, dengan jumlah 2.800 guru per angkatan.

Angkatan pertama telah lulus seusai menjalani pendidikan selama sembilan bulan dalam program Guru Penggerak.

Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Ristek, Praptono mengatakan, meskipun dilakukan seleksi yang ketat, antusias para guru tetap tinggi untuk mendaftar sebagai Guru Penggerak dari berbagai pelosok daerah.

Hal itu dikarenakan, upaya Kemendikbud Ristek yang berjibaku mensosialisasikan program Guru Penggerak. Angkatan pertama terdiri dari 56 kabupaten seluruh Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dan alhamdulillah respons dari masyarakat dari angkatan 1 ke 2, ke 3, dan ketika kita melakukan seleksi untuk angkatan ke-4, luar biasa minat guru kita untuk menjadi Guru Penggerak," kata Praptono melansir laman Kemendikbud Ristek, Jumat (17/9/2021).

Praptono menyebut, guru yang mendaftar untuk menjadi Guru Penggerak tidak hanya berada di wilayah perkotaan, melainkan berasal dari berbagai daerah, antara lain Lampung, Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur, hingga Sorong di Papua Barat.

Proses seleksi dan persyaratan yang ketat tidak menyurutkan semangat para guru untuk mendaftar sebagai Guru Penggerak.

"Animo tinggi, seleksi ketat jadi Guru Penggerak mulai dari seleksi administrasi, lalu seleksi tahap 2 dengan CV dan esai. Bahkan seleksi tahap 2, kami sudah bisa melihat bagaimana guru-guru ini memiliki potensi pembelajaran pada tahap simulasi dan wawancara," tutur dia.

Baca juga: Kemendikbud Ristek Beri Tips Persiapan untuk Peserta Seleksi Guru PPPK

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.