Kompas.com - 17/09/2021, 05:50 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat yang diadakan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), Selasa (14/9/2021). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Ma'ruf Amin saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat yang diadakan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), Selasa (14/9/2021).
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin menekankan peserta didik di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) perlu pengawasan lebih ketat jika akan melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Pasalnya kelompok usia 5 sampai 12 tahun belum dapat memperoleh vaksinasi Covid-19.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin dalam kunjungan vaksinasi yang diselenggarakan oleh Ikatakan Alumni Universitas Indonesia (UI) di Jakarta seperti dikutip dari laman Ruang Guru PAUD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Kamis (16/9/2021).

Wapres menegaskan, izin dari orangtua juga menjadi faktor penting dalam pelaksanaan PTM bagi anak PAUD dan SD.

"Nah, karena itu memang di SD itu kan memang sampai 12 tahun belum divaksin. Karena itu memang pengawasannya agak lebih ketat karena memang belum ada vaksinnya," ungkap Wapres.

Baca juga: Prediksi Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Begini Penjelasan Pakar ITB

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penting memulai PTM terbatas

Menurut Wapres, pada prinsipnya pemerintah menganggap penting memulai pembelajaran tatap muka terbatas.

Kebijakan ini dilakukan dari PAUD sampai dengan perguruan tinggi. Karena itu, sudah dibuat aturan-aturannya untuk pengamanannya supaya para peserta didik tetap aman dalam mengikuti PTM terbatas.

"Tetapi tetap pemerintah hanya melakukan penyelenggaraan, harus tetap ada izin dari orangtua," imbuh Wapres.

Pada kesempatan kali ini, Wapres juga menanggapi tentang munculnya varian baru Covid-19, yaitu varian Mu.

Wapres mengimbau, perlu dilakukan pencegahan dari dalam melalui 3M, testing, tracing dan vaksinasi. Selain itu juga dilakukan juga pengetatan pada seluruh pintu masuk wilayah Indonesia agar kemunculan varian baru ini dapat ditangkal lebih awal.

Baca juga: Intip 3 Universitas Termegah Dunia

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.