Kompas.com - 08/09/2021, 16:16 WIB
Konsultasi anak Save Our Education. DOK.Save the Children IndonesiaKonsultasi anak Save Our Education.
|

KOMPAS.com - Sejak pandemi Covid-19, siswa harus ikut pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal ini dilakukan agar pendidikan tetap berjalan meski di tengah pandemi.

Untuk mendukung PJJ itu, pemerintah tak tinggal diam. Salah satu upayanya ialah PJJ melalui televisi. Hingga pemberian bantuan kuota internet gratis.

Meski demikian, upaya itu tak bisa menjawab sepenuhnya tantangan PJJ di Indonesia. Ada studi dari Global Save the Children pada Juli 2020 yang dilakukan di 46 negara, khususnya Indonesia, ternyata menemukan fakta bahwa 7 dari 10 anak mengatakan jarang belajar atau hanya sedikit belajar selama pandemi.

Baca juga: Praktisi Pendidikan: Begini Cara Menyiasati Learning Loss

Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti:

  • terbatasnya ketersediaan materi belajar yang memadai terbatasnya/tidak memiliki kuota internet
  • tidak mempunyai gawai
  • demotivasi karena sulit memahami pekerjaan rumah dan tidak mendapat bimbingan guru

Selina Patta Sumbung selaku CEO Save the Children Indonesia mengatakan, studinya jelas menggambarkan bahwa banyak anak di Indonesia menghadapi kesulitan dalam belajar daring.

"Bahkan motivasi belajar menjadi menurun dan ini bisa berpengaruh pada kemampuan literasi dan numerasi anak," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (8/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, seluruh pihak perlu bersama-sama mengantisipasi kesulitan belajar yang menjadikan anak-anak kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar (learning loss).

Sebab, dikhawatirkan akan berdampak pada kurangnya keahlian mereka di saat dewasa untuk bisa berkompetisi di dunia kerja/usaha, serta berakhir pada menurunnya kemampuan menghasilkan pendapatan.

Tak hanya itu saja, di beberapa wilayah, anak–anak terancam putus sekolah karena anak harus bekerja dan atau menikah dini.

"Tindakan yang sistematis, aman dan inklusif harus segera dilakukan dan menjadi prioritas untuk mendukung pemberian akses pembelajaran bagi semua anak sebagai bagian dari pemulihan yang berkelanjutan," terangnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.