Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penutupan FLS2N 2021, Nadiem: Seni Budaya Jadi Kekuatan Terbesar Indonesia

Kompas.com - 04/09/2021, 20:50 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Dalam acara penutupan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2021, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim mengingatkan siswa bahwa kebudayaan Indonesia merupakan kekuatan besar Indonesia.

Oleh karenanya, dalam seremoni penutupan FLS2N 2021 yang digelar pada Sabtu, 4 September 2021, Mendikbud Nadiem mengajak siswa untuk bangga dan sekaligus menjaga budaya dan tradisi dengan tetap terbuka dan menjunjung kebinekaan global. 

"Selama ini kesenian dan kebudayaan menjadi kekuatan terbesar Indonesia. Bangsa kita memiliki seni budaya dan tradisi yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi. Tidak hanya indah, seni dan budaya juga menyimpan nilai-nilai kearifan lokal yang luhur," ungkap Nadiem Makarim.

"Saya berharap adik-adik bisa menjadi pelajar yang bangga dengan budaya dan tradisi Indonesia. Dan di saat yang sama tetap terbuka dan menghargai kebudayaan bangsa lain. Ini adalah contoh dari profil kebinekaan global," tambahnya lagi.

Profil Pelajar Pancasila yang menjunjung nilai bhinneka tunggal ika sekaligus kebinekaan global, lanjut Mendikbud Ristek Nadiem, menjadi karakter yang dibutuhkan dalam memajukan Indonesia di masa mendatang.

Baca juga: FLS2N 2021: Seni Pulihkan Negeri Pantik Semangat Siswa di Tengah Pandemi

"Oleh karena itu, adik-adik yang sudah berpartisipasi dalam FLS2N sesungguhnya adalah para juara yang akan membawa Indonesia yang menang di panggung dunia," puji Mendikbud Ristek. 

Lebih lanjut Nadiem menyampaikan, kolaborasi yang telah terjalin dalam FLS2N 2021 ini dapat semakin kuat dalam mendukung talenta prestasi Indonesia, khususnya di bidang seni.

"Saya yakin cita-cita Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh akan tercapai jika para pelajar kita merdeka dalam belajar berbudaya. Mari terus bergerak serantak mewujudkan Merdeka Belajar," pungkas Mas Menteri Nadiem Makarim.

"Seni Pulihkan Negeri"

 

Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional, Asep Sukmayadi dalam penutupan FLS2N 2021 (4/9/2021).DOK. PUSPRESNAS Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional, Asep Sukmayadi dalam penutupan FLS2N 2021 (4/9/2021).

Optimisme senada disampaikan Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional, Asep Sukmayadi dalam penutupan FLS2N 2021.

"Kita ingin tetap adik-adik memelihara mimpi adik-adik semua, tetap meninggikan mimpi adik-adik semua dan menyiapkan untuk masa depan yang lebih baik," pesan Kepala Puspresnas.

Asep Sukmayadi merasa bangga melihat karya-karya kreatif siswa tahun ini semakin beragam, dan semakin baik.

"Kita optimis dengan karya adik-adik itu, adik-adik dapat terus belajar untuk memperkuat diri untuk kemudian menunjukkan kepada dunia dan Indonesia, bahwa adik-adik adalah Generasi Emas yang kreatif, Pelajar Pancasila harapan bangsa," tegas Asep.

Baca juga: Puspresnas Gelar FLS2N 2021 bagi Siswa Berkebutuhan Khusus

Hal ini, tambah Kepala Puspresnas, sejalan dengan tema yang dipilih FLS2N tahun ini "Seni Pulihkan Negeri".

"Tema ini dipilih untuk menggambarkan betapa semangat tanpa lelah negeri ini untuk berjuang terus berdiri, dan memperoleh energi positif dari adik-adik yang berprestasi," jelas Asep. 

FLS2N merupakan ajang kompetisi bidang seni diikuti peserta didik jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan Pendidikan Khusus (Diksus). Jumlah peserta terdaftar pada FLS2N 2021 sebanyak 1.883 siswa dengan total karya masuk ke panitia sebanyak 1.220 karya.

 

Untuk tahun ini, provinsi Jawa Tengah keluar sebagai juara umum dengan raihan 10 medali emas, diikuti dengan Jawa Barat (8 emas) dan DI Yogyakarta (4 emas).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com