Program Pintar
Praktik baik dan gagasan pendidikan

Kolom berbagi praktik baik dan gagasan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kolom ini didukung oleh Tanoto Foundation dan dipersembahkan dari dan untuk para penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, dan pemangku kepentingan lain, dalam dunia pendidikan untuk saling menginspirasi.

Selain Asesmen Nasional, Yuk Lakukan Asesmen Diagnostik Berkala untuk Siswa

Kompas.com - 01/09/2021, 13:35 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Hepi Kurniati | Guru SMPN 1 Tebo Jambi, Fasilitator Tanoto Foundation

KOMPAS.com - Asesmen diagnostik adalah asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik.

Asesmen diagnosis kognitif secara berkala diperlukan untuk memetakan/mengelompokan kemampuan semua siswa di satu kelas secara cepat, untuk mengetahui siapa saja yang sudah paham, siapa saja yang paham sebagian, dan siapa saja yang belum paham.

Mengapa asesmen diagnostik kognitif berkala diperlukan?

Diagnostik kognitif bertujuan untuk mendiagnosa kemampuan dasar murid dalam mata pelajaran yang mengandung satu topik atau lebih.

Diagnostik kognitif sebaiknya dilaksanakan secara rutin, pada awal tahun ajaran baru, pada akhir pembelajaran yang membahas satu topik, atau bisa juga dilkakukan rutin secara berkala, misalnya setiap awal bulan, 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali.

Setelah mengetahui hasil diagnosanya, guru sebaiknya menyiapkan dan menyampaikan materi serta menyiapkan tugas sebanyak 3 jenis sesuai hasil asesmen kelompok siswa.

Dengan demikian guru dapat menyesuaikan materi pembelajaran sesuai kemampuan kelompok siswa tersebut.

Baca juga: Ikut AN 2021, Ini Tata Tertib Peserta Asesmen Nasional

Tiga tahap asesmen diagnostik

Ada tiga tahap dalam melakukan asesmen diagnostik, yaitu persiapan, pelaksanaan, hingga tindak lanjut hasil diagnostik.

Dalam persiapan, guru harus membuat rencanana pelaksanaan asesmen, mengidentifikasi materi asesmen, dan menyusun sepuluh soal sederhana.

Kemudian dalam persiapan, berikan sepuluh soal asesmen untuk semua siswa di kelas, yang terdiri dari: dua soal berasal dari masing-masing kelas berjalan dengan topik semester satu, kemudian soal berasal dari satu tingkat di bawah kelas berjalan dengan topik semester satu dan dua, serta terakhir dua soal berasal dari dua tingkat di bawah kelas berjalan dengan topik semester dua.

Hal ketiga adalah tindak lanjut hasil diagnostik. Ada empat hal untuk tindak lanjut asesmen ini, yaitu: lakukan pengolahan hasil asesmen, berdasarkan hasil penilaian, bagi siswa menjadi 3 kelompok (paham, paham sebagian dan tidak paham).

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.