Forum SK, Akademisi UIN Sunan Kalijaga: Kearifan Lokal Pendukung Praktik "New Normal"

Kompas.com - 31/08/2021, 17:52 WIB
Ilustrasi Kebiasaan Baru Berbasis Lokalitas DOK. FORUM SKIlustrasi Kebiasaan Baru Berbasis Lokalitas

KOMPAS.com - "New normal" dimaknai sebagai perubahan perilaku masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal. Skenario "new normal" ini menjadi penting sebagai bagian dari percepatan penanganan Covid-19, baik dari aspek kesehatan maupun sosial ekonomi.

"Kebijakan tatanan kehidupan normal baru muncul sebagai kalkulasi rasional terhadap prakiraan kondisi ekonomi nasional, kompromi terhadap rentang waktu yang cukup lama hingga vaksin ditemukan," ungkap Sri Rohyanti Zulaikha, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

"New normal" ini, ujar Sri, merupakan pemahaman realistis bahwa kemungkinan besar Covid-19 tidak akan pernah hilang dari muka bumi, sehingga masyarakat harus menjajaki kemungkinan untuk hidup berdampingan secara damai.

Penegasan pentingnya hidup dalam "normal baru" disampaikan Sri Rohyanti dalam webinar yang digelar Forum Solidaritas Kemanusiaan (Forum SK) pada Sabtu, 28 Agustus 2021.
Dalam "new normal" ini, Sri menyampaikan unsur lokalitas memegang peranan penting.

"Kita hidup berdamai dengan keadaan, dengan pola keadaan masyarakat berbasis lokalitas, kearifan lokal setempat kebiasaan setempat khasanah kebudayaan daerah kita bisa pilih untuk menyelesaikan salah satu solusi pandemi ini," jelasnya.

Baca juga: Mahasiswa, 10 Pekerjaan Ini Banyak Dibutuhkan di Era New Normal

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gerakan kebiasaan baru berbasis kearifan lokal ini, lanjut Sri, basisnya tiap daerah berbeda dan perubahan kebiasaan dari sebelum, misalnya kebiasaan di kantor, dari disinfektan cuci tangan dan cegah kerumunan.

"Sekarang juga merambah ke pendidikan, sekarang mahasiswa juga belajar daring, apalagi mahasiswa semester 1 juga kuliah belum liat kampusnya, bagaimana kalau di zoom, anak bisa bosan," ungkap Sri.

"Tapi sekarang bermunculan kegiatan belajar online yang membuat belajar jadi mengasyikkan," lanjutnya.

Berbagai adaptasi kebiasaan baru kearifan lokal, tambah Sri, muncul di banyak sektor.

"Sekarang masker wajib, gak pakai masker rasanya akan digebuki. Juga vaksin sekarang sangat penting. Ke mal saja sekarang menunjukkan surat vaksin," kata Sri.

"Indonesia kaya lokalitas. Semua daerah bisa meningkatkan kreativitas kearifan lokalnya. Kesadaran masyarakat dan praktik baik ini sangat bagus dan akan jadi dokumentasi aset budaya Indonesia dalam hal kebiasaan baru berbasis kebiasaan lokalitas," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.