Hasanuddin Wahid
Sekjen PKB

Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Anggota Komisi X DPR-RI.

Kemerdekaan dan Pendidikan Kita

Kompas.com - 30/08/2021, 15:00 WIB
Murid SD Negeri Samudrajaya 04, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi belajar di ruang kelas yang rusak, Senin (20/1/2020). Kondisi sekolah yang rusak sejak 2014 ini membuat proses belajar mengajar tidak nyaman. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMurid SD Negeri Samudrajaya 04, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi belajar di ruang kelas yang rusak, Senin (20/1/2020). Kondisi sekolah yang rusak sejak 2014 ini membuat proses belajar mengajar tidak nyaman.

KITA baru saja merayakan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan yang ke-76. Selama lebih dari tujuh dekade, kita melakukan berbagai kegiatan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa yang sebelumnya tergerus oleh para penjajah.

Pertanyaannya sekarang, sudah sejauh mana pencapaian kita dalam bidang pendidikan?

Apakah kita sudah mendekati tujuan pendidikan sebagaimana dirumuskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, mencerdaskan seluruh anak bangsa?

Apakah setelah 76 kita hidup dalam alam kemerdekaan, bidang pendidikan kita juga benar-benar sudah merdeka?

Pencapaian kita

Harus diakui bahwa kita telah berjuang membangun dunia pendidikan kita, sehingga kita pun meraih banyak kemajuan dan mengalami kemerdekaan yang sesungguhnya.

Misalnya, dalam hal infrastruktur pendidikan, pada akhir 1949 negara kita memiliki 24.775 sekolah rendah dan menengah serta sejumlah kecil sekolah tinggi dan akademi serta universitas di beberapa kota seperti Jakarta, Klaten, Solo dan Yogyakarta. Hingga 1960, kita telah memiliki 181 buah perguruan tinggi.

Setelah tujuh dekade, jumlah sekolah dan perguruan tinggi kita telah bertambah pesat. Data statistik terakhir, (2018), jumlah sekolah dari jenjang SD sampai Sekolah Lanjutan Atas (SLTA), termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB) di Indonesia mencapai 307.655 sekolah, terdiri atas 169.378 sekolah negeri dan 138.277 sekolah swasta, Kini, kita memiliki 2.694 perguruan tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Angka Partisipasi Sekolah (APS) pada semua jenjang usia muda pun terus meningkat. Pada 1994, APS anak 7-12 tahun sebesar 94,06 persen, anak usia 13-15 tahun 72,39 persen, usia 16-18 tahun 45,31 persen dan 19-24 tahun 12,80 persen.

Pada 2020, APS anak 7-12 tahun sebesar 99,21 persen, anak usia 13-15 tahun 95,21 persen, usia 16-18 tahun 71,44 persen dan 19-24 tahun, 22,53 persen.

Hingga awal dekade 2000-an, alat pembelajaran yang luas dipakai adalah papan tulis hitam, kapur, dan penggaris kayu dan buku tulis. Sekarang sudah Sebagian besar siswa telah menggunakan komputer dan proyektor digital.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.