Kompas.com - 25/08/2021, 14:50 WIB
Siswa SDN 131 Kota Jambi sedang belajar tatap muka terbatas di dalam kelas. DOK. TANOTO FOUNDATIONSiswa SDN 131 Kota Jambi sedang belajar tatap muka terbatas di dalam kelas.
|

KOMPAS.com - Hingga kini, beberapa wilayah masih menerapkan PPKM Darurat. Imbasnya, masih banyak daerah yang belum menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Padahal, sebenarnya banyak pula daerah yang sudah berada di level 3 PPKM, namum pemerintah daerah (pemda) belum berani menggelar PTM terbatas.

Anggota Komisi X DPR RI Ali Zamroni saat mengikuti rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim di Gedung DPR RI, Rabu (25/8/2021) memberikan saran.

Baca juga: Kemendikbud Ristek: 5 Kunci Keberhasilan PTM Terbatas

"Soal PTM mohon dimonitor secara berkala oleh Kemendikbud terutama terhadap daerah yang sudah level 3," ujarnya seperti dikutip dari laman DPR RI.

"Dari data, ada 60 persen lebih daerah yang belum bersedia walau sudah level 3," imbuhnya.

Dijelaskan Ali, para siswa mungkin sudah jenuh dengan pola sekolah daring yang hampir dua tahun diterapkan. Selama ini, para siswa hanya belajar lewat sistem daring.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diakuinya, walau kebijakan PTM menjadi otoritas pemda, tapi Kemendikbud Ristek tetap harus memonitornya secara berkala.

Sementara itu, mengomentari soal kuota internet untuk pembelajaran daring yang sangat dibutuh para siswa dan guru di masa pandemi ini, ia berharap agar disalurkan sesuai timeline yang telah ditentukan.

Sebab, kuota gratis jadi kebutuhan bagi siswa dan guru di masa pandemi Covid-19.

"Kemarin disampaikan ada anggaran Rp 2,3 triliun. Anggaran ini buat tiga bulan September-November. Mudah-mudahan bisa disalurkan sesuai dengan timeline yang sudah ditentukan," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.