Kompas.com - 24/08/2021, 11:38 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim  memaparkan program bantuan lanjutan kuota data internet untuk bulan September, Oktober, dan November 2021, dalam konferensi pers virtual yang digelar pada Rabu (4/8/2021). KOMPAS.com/ KEVIN RIZKY PRATAMAMenteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim memaparkan program bantuan lanjutan kuota data internet untuk bulan September, Oktober, dan November 2021, dalam konferensi pers virtual yang digelar pada Rabu (4/8/2021).

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim kembali menegaskan bahwa Asesmen Nasional (AN) tidak menimbulkan konsekuensi apa pun bagi individu siswa, guru, ataupun kepala sekolah.

Menurutnya, kekhawatiran yang muncul di masyarakat dikarenakan selama bertahun-tahun Ujian Nasional (UN) telah terkondisikan sebagai sesuatu yang menakutkan. Bahkan, ada ancaman bagi yang nilai UN-nya rendah, kepala sekolah bisa dimutasi.

“Persepsi ini yang harus dibasmi, AN tidak membebani individu seperti UN,” tegas Nadiem, dirangkum dari laman Kemendikbud Ristek, Selasa (24/8/2021).

Asesmen Nasional tidak perlu persiapan khusus

Pada rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Nadiem juga menjelaskan pentingnya AN tetap diadakan di tengah pandemi seperti saat ini.

Baca juga: Mendikbud Nadiem soal Pengganti UN 2021: Tidak Perlu Bimbel Khusus

Menurutnya, pemetaan mutu pendidikan sangat penting untuk segera dilakukan agar Kemendikbud Ristek secepatnya mengetahui sejauh mana ketertinggalan dunia pendidikan kita akibat Covid-19.

Sebab, saat ini sangat dibutuhkan analisis data terkait learning loss yang terjadi.

“Justru dengan adanya pandemi, AN menjadi jauh lebih penting untuk mengetahui seberapa besar ketertinggalan kita, mencakup apa saja dan di mana saja. Dengan AN juga, kita mengetahui daerah dan sekolah yang paling membutuhkan bantuan,” ucapnya.

Terkait dengan laporan bahwa ada satuan pendidikan yang meminta muridnya membeli laptop untuk latihan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang merupakan salah satu bagian dari AN, Nadiem mengatakan, persepsi ini salah.

Ia menuturkan, kebutuhan laptop tidak diperlukan mengingat AN merupakan pemetaan untuk melihat tren evaluasi pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.

“Untuk meningkatkan AKM dalam hal literasi, peserta AN sebaiknya membaca buku, koran, majalah sebanyak-banyaknya. Sedangkan untuk meningkatkan kompetensi numerasi, tidak ada jalan pintas selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis murid-murid secara sistematis. Itu semua butuh proses dan memang tidak dapat dibimbelkan,” ungkapnya.

Baca juga: Cair September, Ini Cara Dapatkan Kuota Gratis Kemendikbud Ristek 2021

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.