Program Pintar
Praktik baik dan gagasan pendidikan

Kolom berbagi praktik baik dan gagasan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kolom ini didukung oleh Tanoto Foundation dan dipersembahkan dari dan untuk para penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, dan pemangku kepentingan lain, dalam dunia pendidikan untuk saling menginspirasi.

Orangtua, Ini Cara Mendampingi Perkembangan Psikis Anak di Masa Pandemi

Kompas.com - 22/08/2021, 21:01 WIB
Ilustrasi orangtua yang mendukung proses belajar online anak. Dok. Shutterstock/BackgroundyIlustrasi orangtua yang mendukung proses belajar online anak.

Oleh: FX Banu Resiyawan, Spesialis Pendidikan Tanoto Foundation

KOMPAS.comAnak usia SD dan SMP, sedang mengalami proses dari fase anak-anak menjadi remaja. Untuk itu, orangtua perlu memberikan perhatian ekstra terhadap perkembangan psikis anak pada usia tersebut.

Hal ini dikarenakan perilaku, sikap, cara berpikir, dan emosi anak sedang tumbuh dan berkembang seiring dengan usia. Lalu apa yang perlu menjadi perhatian orangtua?

Secara psikis anak usia SD sedang berada di fase membangun rasa percaya diri melalui penguasaan kompetensi dasar.

Mereka akan lebih sering melakukan aktivitas seperti menulis, membaca, belajar makan sendiri, mengungkapkan pendapat, dan belajar menjalin pertemanan dengan anak sebayanya.

Anak usia SD membutuhkan kesempatan dan dukungan untuk dapat melakukan segala sesuatu secara mandiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Orangtua dapat mendukung mereka untuk mencapai kompetensi anak dengan memberikan kesempatan agar mereka belajar mandiri, namun tetap dengan pengawasan dari orangtua.

Misalnya, berikan waktu untuk anak mempraktikan hobi, misal memasak masakan sederhana. Jika anak berhasil memasak, orangtua dapat memberikan afirmasi dengan cara memuji anak dan memberi kepercayaan anak untuk mencoba membuat masakan lain.

Tapi jika anak gagal memasak, orangtua tidak perlu kecewa. Berikan kasih sayang dan pengertian agar anak tidak merasa bahwa kegagalan adalah hal buruk, melainkan pelajaran berharga untuk melakukan lebih baik di masa mendatang.

Orangtua juga tidak perlu melakukan pemaksaan kehendak terhadap anak, tetapi cobalah dulu melakukan pendekatan yang lebih baik. Datangi, dengar, dan pahami dunia mereka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.