Kompas.com - 22/08/2021, 10:15 WIB
Diskusi publik Refleksi 76 Tahun Kemerdekaan RI: Sudahkah Kita Merdeka? hari Jumat (20/8). DOK. UMJDiskusi publik Refleksi 76 Tahun Kemerdekaan RI: Sudahkah Kita Merdeka? hari Jumat (20/8).

KOMPAS.com - Memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Program Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah Jakarta( UMJ) menggelar diskusi publik "Refleksi 76 Tahun Kemerdekaan RI: Sudahkah Kita Merdeka? (20/8/2021).

Dalam diskusi mengemuka, sejumlah indikator seperti merdeka dari ketergantungan, merdeka dari kemiskinan, merdeka dalam akses keadilan dan merdeka dalam melaksanaan HAM mengalami kemunduran.

"Kemerdekaan dengan perspektif kemandirian mengatakan bahwa kemajuan pada berbagai sektor telah mendorong kemampuan meningkatkan kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan domestik," ungkap Ketua MPR Bambang Soesatyo.

"Namun, tidak menafikan masih ada beberapa sektor penting dimana tingkat ketergantungan kita masih cukup tinggi," tambahnya lagi.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, Bangsoet menyampaikan, periode Januari sampai Juni 2021 Indonesia melakukan impor pangan hingga Rp 88,21 triliun. Menteri Riset dan Teknologi pada bulan Mei 2020 menyatakan bahwa angka ketergantungan terhadap produk impor bidang kesehatan mencapai 90 persen.

Baca juga: Siswa, Ini Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dalam Berbagai Aspek

"Sebagaimana kita pahami bersama sektor pangan dan kesehatan adalah sektor yang sangat vital. Bukan hanya karena menjadi kebutuhan primer yang wajib dipenuhi tetapi juga karena sangat berpengaruh terhadap sektor-sektor lainnya apalagi saat ini kita sedang dihadapkan pada masa masa pandemi Covid-19," tambah Bambang.

 

Masih jadi pekerjaan rumah

Kemerdekaan dari kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia. Jumlah penduduk miskin Indonesia per bulan Maret 2021 menurut data BPS adalah sebesar 27,54 juta orang atau meningkat 1,12 juta dari Maret 2020.

Bambang mengatakan, "dengan pandemi Covid-19 yang masih membayangi tentunya angka ini masih mungkin berpotensi naik. Dimana angka pengangguran hingga tahun 2021 diprediksi akan mencapai 12,7 juta."

Kemerdekaan dari kebodohan pada hakikatnya adalah perwujudan amanah konstitusi bahwa tujuan dibentuknya pemerintahan salah satunya adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kita prihatin bahwa menurut survei yang dirilis oleh Program International Student Assessment atau PISA kemampuan pelajar Indonesia pada bulan Desember 2019 menempatkan Indonesia pada peringkat ke 72 dari 77 negara. Masih Tertinggal jauh dari Malaysia di urutan 56 atau bahkan dengan Singapura di urutan kedua," tambah Bambang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.