Kompas.com - 16/08/2021, 18:48 WIB
Para pendiri organisasi Budi Utomo. KEMDIKBUDPara pendiri organisasi Budi Utomo.
|

KOMPAS.com - Butuh perjuangan besar agar Indonesia bisa merdeka. Namun jauh sebelumnya, bangsa kita telah lama tertindas oleh bangsa barat.

Bahkan selama ratusan tahun lamanya. Pada waktu Indonesia dijajah kolonialisme, banyak perlawanan-perlawanan dari berbagai daerah di Nusantara ini.

Misalnya saja Sultan Hasanuddin di Makassar, Teuku Umar di Aceh, Sultan Agung Tirtayasa di Banten, Pattimura di Maluku, Pangeran Diponegoro di Yogyakarta dan masih lagi.

Baca juga: Siswa, Ini Lho Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Namun, perlawanan dari daerah-daerah tersebut terbilang masih belum bisa mengusir penjajah dari tanah air kita.

Sebab, kekuatan kita saat itu masih terpecah-belah akibat hanya berjuang untuk daerahnya masing-masing. Politik adu domba yang dilakukan oleh pemerintahan Hindia-Belanda juga menambah parah keadaan persatuan kala itu.

Bagi siswa sekolah yang sedang belajar sejarah, pergerakan nasional Indonesia dipelopori oleh siapa? Berikut ini dijelaskan mengenai faktor pemicu dimulainya pergerakan nasional.

Adapun informasi dilansir dari laman Direktorat SMP Kemendikbud Ristek, Senin (16/8/2021).

Di Nusantara, penindasan yang dilakukan oleh para penjajah berangsur-angsur mulai berkurang. Berkat Kebijakan Politik Etis atau Politik Balas Budi yang dilakukan oleh pemerintah Hindia-Belanda, banyak lahir anak-anak bumiputera yang memiliki wawasan dan pemikiran untuk mempersatukan bangsa ini.

Pada tahun 1908, lahirnya sebuah organisasi yang menjadi pemrakarsa pergerakan nasional untuk meraih kemerdekaan. Organisasi tersebut adalah Boedi Oetomo, sebuah wadah bagi anak-anak STOVIA untuk saling bertukar pikiran dan ide.

Boedi Oetomo merupakan sebuah organisasi pelajar yang didirikan oleh dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA. Organisasi ini didirikan di Jakarta pada 20 Mei 1908.

Baca juga: Bagian Mata dan Fungsinya, Info bagi Siswa

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.