Kompas.com - 02/08/2021, 14:32 WIB
Samsul Huda, alumnus SMK Negeri 1 Blitar, Jawa Timur, berhasil menyandang gelar doktor di usia muda. Dok. Vokasi Kemendikbud RistekSamsul Huda, alumnus SMK Negeri 1 Blitar, Jawa Timur, berhasil menyandang gelar doktor di usia muda.

KOMPAS.com - Samsul Huda, alumnus SMK Negeri 1 Blitar, Jawa Timur, berhasil mematahkan anggapan kalau lulusan SMK umumnya tak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi karena akan langsung bekerja.

Samsul kini berhasil menyandang gelar doktor di usia muda dan menjadi inspirasi bagi siswa SMK bahwa kesuksesan bisa menjadi milik siapa saja yang berusaha.

Saat SMK, Samsul menempuh pendidikan vokasi pada bidang keahlian teknik audio video yang berada di bawah departemen elektro.

“Jurusan ini adalah jurusan yang khusus mempelajari bagaimana memperbaiki reparasi peralatan rumah tangga. Selain belajar teori dan produktif, ia juga diwajibkan magang atau praktik kerja industri yang dilaksanakan di tahun kedua,” ujar Samsul pada “Bincang Santai Vokasi Hebat” yang diselenggarakan oleh Pendidikan Vokasi Universitas Brawijaya beberapa waktu lalu, seperti dilansir dari laman Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Baca juga: Cerita Lulusan SMK Buka Bisnis Kuliner Beromzet Rp 150 Juta Per Bulan

Ia bercerita, selama belajar di SMK, program yang diterapkan selama satu semester dibagi antara pemenuhan mata pelajaran teori dengan produktif, yaitu praktik di bengkel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di tahun pertama dan kedua, lanjut Samsul, SMK Negeri 1 Blitar membekalinya dengan pembelajaran bagaimana membaca komponen dan resistor.

Kemudian di tahun ketiga, pencapaian paling tinggi pada saat itu adalah bagaimana bisa mereparasi televisi.

Samsul pun terus berupaya untuk mengulik pendidikan vokasi melalui beasiswa Bidikmisi, dirinya dapat melanjutkan kuliah vokasinya di Jurusan Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Surabaya (PENS).

“Ketika SMK itu inginnya setelah lulus, langsung bekerja. Artinya, anggapan kita biaya untuk sekolah itu bisa sampai saya lulus. Alhamdulillah, ketika saya lulus SMK tahun 2010 itu muncul Bidikmisi yang diinisiasi oleh Pak Susilo Bambang Yudoyono dan Muh.Nuh. Dengan beasiswa Bidikmisi ini saya dibiayai total. Untuk saat ini, program Bidikmisi tersebut dialihkan menjadi KIP Kuliah,” ungkap Samsul.

Baca juga: Cerita Siswi SMK Ranking Ke-33 di Kelas yang Lolos Masuk UI

Tidak hanya itu, semangat Samsul terus menyala hingga akhirnya ia mengikuti berbagai perlombaan karya tulis ilmiah dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.