Kompas.com - 29/07/2021, 11:34 WIB
Suasana pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (24/6/2021). Meningkatnya kasus kematian Covid-19 mengakibatkan kesibukan pemakaman di TPU Rorotan hingga malam hari. Sedikitnya 79 orang dimakamkam hari ini. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOSuasana pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (24/6/2021). Meningkatnya kasus kematian Covid-19 mengakibatkan kesibukan pemakaman di TPU Rorotan hingga malam hari. Sedikitnya 79 orang dimakamkam hari ini.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu masyarakat dikejutkan dengan peristiwa perebutan paksa jenazah Covid-19 di berbagai daerah seperti Bondowoso, Situbondo, Jember, dan beberapa daerah lain.

Hal tersebut terjadi akibat beredarnya kabar di kalangan masyarakat bahwa pasien yang meninggal di rumah sakit akan dianggap sebagai kasus Covid-19.

Baca juga: Dosen Unair: Jangan Abaikan Fungsi Rongga Mulut, Ini Bahayanya

Dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Gatot Soegiarto menjelaskan, saat pandemi seperti ini mekanisme penerimaan pasien baru di rumah sakit dengan sebelum pandemi memiliki perbedaan.

"Sebelum pandemi ini memang tidak ada keharusan bagi pasien di rumah sakit untuk melakukan screening apakah menderita penyakit menular atau tidak," ucap dia melansir laman Unair, Kamis (29/9/2021).

Akibat adanya pandemi, kata dia, maka mekanisme penerimaan pasien baru di rumah sakit tentu berbeda.

Screening awal yang dilakukan oleh dokter dan tenaga kesehatan ini merupakan cara yang dilakukan untuk mitigasi dampak pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika Covid-19, sebut dia, banyak fakta dokter dan tenaga kesehatan ternyata ikut terpapar yang tidak jarang membutuhkan perawatan di ICU dan meninggal dunia.

"Karena itulah dalam rangka mitigasi dampak pandemi perhimpunan profesi menyarankan untuk menggunakan alat pelindung diri yang lebih tinggi," ucap Gatot.

Selain penggunaan alat pelindung diri yang lebih tinggi, rumah sakit juga mewajibkan screening bagi semua pasien baru baik yang datang dengan gejala khas Covid-19 atau penyakit tidak spesifik lainnya.

"Nyatanya ada juga ibu hamil yang datang untuk melahirkan ternyata positif Covid-19, pasien yang datang dengan keluhan pada kulit, mata, gastrointestinal atau trauma akibat kecelakaan kemudian terbukti positif Covid-19," jelas dia.

Baca juga: Daftar Provinsi dengan Kasus Tertinggi Covid-19 pada Anak Usia Sekolah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.