Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/07/2021, 15:35 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Sejumlah perguruan tinggi menerapkan kebijakan khusus dalam penerimaan mahasiswa baru di masa pandemi Covid-19.

Salah satunya yakni Seleksi Mandiri yang dilaksanakan secara daring atau online.
Tes Seleksi Mandiri Universitas Negeri Semarang (Unnes) pun dilakukan secara online dari tanggal 13 hingga 21 Juli 2021.

Rektor Unnes Prof. Fathur Rokhman menerangkan, pendaftar pada Seleksi Mandiri tahun 2021 mencapai 15.925 orang.

"Pendaftar Seleksi Mandiri UNNES tahun ini mencapai 15.925 pendaftar. Saya selaku Rektor dan segenap warga Unnes menyampaikan terima kasih kepada orangtua, guru, calon mahasiswa dan masyarakat yang terus memberikan kepercayaan putra-putinya untuk menuntut ilmu di Unnes," kata Prof. Fathur Rokhman seperti dikutip dari laman Unnes, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga: Mahasiswa, Kenali Potensi Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Sekitar

Sediakan 30 persen dalam Seleksi Mandiri

Wakil Rektor Bidang Akademik Unnes Prof Zaenuri menambahkan, dalam Seleksi Mandiri, Unnes menyediakan kuota 30 persen atau sekitar 3.030 calon peserta didik baru.

Tahun 2021 Unnes akan menerima 9.310 mahasiswa baru yang terbagi dalam tiga jalur yaitu SNMPTN, SBMPTN dan Seleksi Mandiri.

"Unnes akan menerima 9.310 mahasiswa baru. Sebanyak 30 persen diterima melalui jalur SNMPTN, 40 persen diterima pada jalur SBMPTN dan 30 persen akan diterima pada Seleksi Mandiri," beber Zaenuri.

Baca juga: Siswa, Ini 4 Penyebab Manusia Bisa Lupa

Dia menambahkan, pendaftar Seleksi Mandiri Unnes 2021 sebanyak 15.925 orang dan yang mengikuti ujian 14.087 orang. Sebagian peserta yang tidak mengikuti ujian dimungkinkan telah diterima melalui jalur SBMPTN atau jalur lainya.

Sementara peserta yang mengalami kendala saat tes dan membuat surat permohonan ujian susulan telah difasilitasi melalui ujian susulan di sesi akhir tanggal 21 Juli 2021.

"Tahun ini ujian masuk Seleksi Mandiri 2021 dilakukan tes secara daring dengan materi tes TPA dan Bahasa Inggris dengan pengawasan ketat," terang Prof. Zaenuri.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+