Kompas.com - 22/07/2021, 19:03 WIB
Yeti Saniati (40), warga Dusun Kalijurang, RT 001, RW 002, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang bersyukur mendapat bantuan beras bansos Kemensos. KOMPAS.com/FARIDAYeti Saniati (40), warga Dusun Kalijurang, RT 001, RW 002, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang bersyukur mendapat bantuan beras bansos Kemensos.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Pemerintah menambah anggaran perlindungan sosial untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pemerintah menambah alokasi untuk bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 55,21 triliun.

Alokasi anggaran itu akan digunakan untuk beberapa program sosial pemerintah. Antara lain bantuan tunai, bantuan sembako, bantuan kuota internet dan subsidi listrik.

Baca juga: Tips Makan Daging Sehat ala Ahli Gizi UGM

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif untuk usaha mikro informal dan anggaran yang disiapkan sebesar Rp1,2 juta untuk satu juta usaha mikro.

Sayang, akibat data yang tidak akurat bansos menimbulkan banyak masalah.

Hingga menyebabkan distribusi bansos berjalan lambat dan tidak tepat sasaran.

Hal ini juga lantaran adanya ketidaksamaan data penerima bansos antara pemerintah pusat dan daerah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Pusat Kajian Pembangunan Sosial (SODEC) UGM, Hempri Suyatna mengatakan, apa yang pemerintah lakukan saat ini lewat bansos merupakan upaya jaring pengaman sosial di masa pandemi Covid-19.

Hanya saja, persoalan yang kemudian muncul memang lebih terkait soal validasi data yaitu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) belum update.

Muncul pula masalah adanya konflik regulasi dan lemahnya sinkronisasi antara pemangku kepentingan (Kemenko, Kemendes, Kemensos, Kemendagri, Kementerian Keuangan, Pemprov atau Kabupaten) dan sebagainya.

Lalu, adanya soal pemburu rente dalam penyaluran bansos atau politisasi bantuan sosial yang semua diakibatkan banyaknya pintu untuk pendataan.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.