Kompas.com - 22/07/2021, 09:46 WIB
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jamal Wiwoho di Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIRektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jamal Wiwoho di Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2020).
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Universitas Sebelas Maret (UNS) mengaku akan memberlakukan kuliah tatap muka dengan bersyarat dan bertahap.

Hal itu disampaikan Rektor UNS, Jamal Wiwoho melansir laman UNS, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Rektor UNS: Indonesia Punya 2 Kekuatan Besar Hadapi Pandemi Covid-19

"Itu melihat kondisi angka penularan Covid-19 yang meningkat, maka UNS akan tetap mengutamakan prinsip diberlakukannya kuliah tatap muka dengan bersyarat dan bertahap," ucap dia.

Dia mengaku, bersyarat artinya mahasiswa berkenan mengikuti kuliah tatap muka, asalkan orangtua memberikan izin, jumlah pertambahan kasus positif Covid-19 melandai, dan mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 Kota Surakarta.

Sedangkan, bertahap artinya mahasiswa yang diperbolehkan mengikuti PTM dibagi per angkatan.

Dia menyebut, dengan adanya pertambahan kasus Covid-19, UNS tidak mau mengambil risiko untuk mengikutsertakan mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNS yang rencananya akan digelar pada 13 Agustus 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau ganjil (mulai kegiatan perkuliahan) di Agustus. Jadi, penerimaan mahasiswa kira-kira tanggal 13 Agustus. Kalau keadaan seperti ini keadaannya, tidak berani luring. Tetap daring seperti tahun lalu," ucap dia.

Dia mengatakan, apabila jadi menggelar kuliah tatap muka, UNS akan mempertimbangkan dengan matang prinsip bersyarat dan bertahap.

Dalam hal ini, jumlah mahasiswa per ruangan dibatasi hanya 20-25 saja.

Baca juga: Kapan Waktu Tepat Anak Siap Masuk SD? Ini Kata Dosen Psikologi UNS

Kemudian, mata kuliah yang diajarkan dalam sehari hanya dua. Satu mata kuliah durasinya 100 menit.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X