Kompas.com - 15/07/2021, 17:16 WIB
Ilustrasi COVID-19 varian delta SHUTTERSTOCKIlustrasi COVID-19 varian delta

KOMPAS.com - Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Gatut Priyonugroho menyampaikan tentang perbedaan Covid-19 Delta (dari India) dengan varian Covid-19 lain, termasuk tingkat penularannya.

Ia menjelaskan, virus Covid-19 varian alpha dari UK bisa menular dari satu orang kepada enam orang, sementara varian delta bisa menular dari satu orang kepada delapan orang lainnya.

“Virus Covid-19 varian alpha dari UK bisa menular dari satu orang kepada enam orang, dan varian delta dari satu orang menularkannya kepada delapan orang. Angka tersebut tidak saklek, tapi menggambarkan bahwa semudah itu varian Covid-19 yang baru menular,” ujarnya dalam webinar dengan tema “Mengenal Lebih Dekat Covid-19 Varian Delta” yang digelar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) dan RSUI.

Baca juga: Peneliti IPB: Jahe, Kunyit, dan Temulawak Bisa Obati 30 Jenis Penyakit

Gatut menjelaskan, apabila seseorang yang sudah terinfeksi Covid-19 divaksinasi, maka antibodi naik, kecuali untuk varian delta.

“Ketika dia sudah kena varian delta, terus divaksin, maka keefektifannya tidak sebaik seseorang yang belum terkena jenis varian tersebut,” kata Gatut menjelaskan seperti dirangkum dari laman UI, Kamis (17/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala dan pencegahan

Terkait dengan gejala, virus Covid-19 varian delta dijelaskan memiliki gejala hampir sama dengan varian lainnya, yaitu:

  • demam (94 persen)
  • batuk (79 persen)
  • sesak (55 persen)
  • berdahak (23 persen)
  • nyeri badan (15 persen)
  • lelah (23 persen)
  • sakit kepala (8 persen)
  • rinorea (7 persen)
  • batuk darah (5 persen)
  • diare (5 persen)
  • anosmia (3 persen)
  • mual (4 persen)

Baca juga: Ahli Gizi UGM: Pilihan Makanan untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Gatut mengungkapkan, berdasarkan informasi yang bersumber dari WHO, pasien dapat dikeluarkan dari isolasi setelah sepuluh hari positif SARS CoV2 (Asimptomatik), dan sepuluh hari sesudah on set gejala dan terbebas dari gejala (simptomatik).

Meski begitu, Gatut meluruskan kesalahpahaman di masyarakat bahwa penyintas Covid-19 (mereka yang sudah sembuh dari Covid-19) akan lebih kebal terhadap virus tersebut.

“Mereka yang pernah kena Covid-19 bukan berarti dia sudah menumbuhkan antibodi, tetapi itu juga tandanya dia terbukti rentan terkena Covid-19, karena virus itu cocok dengan tubuhnya sehingga mudah masuk. Maka kita juga cukup sering menemukan kasus orang yang terinfeksi virus Covid-19 untuk yang kedua kalinya,” ujar Gatut.

Karena itu, masyarakat yang sudah terbebas dari isoman maupun isolasi di rumah sakit, harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan pembersihan lebih utama daripada disinfeksi.

“Kalau tangan kita kotor, jangan didisinfeksi saja tapi tidak dibersihkan. Bersihkan dulu menggunakan sabun, karena cara ini paling aman untuk merontokkan struktur virus yang hinggap pada tangan kita,” ujar Gatut.

Baca juga: Cerita Siswi SMK Ranking Ke-33 di Kelas yang Lolos Masuk UI

Dalam sambutannya, Dekan FIA UI, Chandra Wijaya menekankan bahwa dengan semakin banyaknya kasus positif di Indonesia maka mengetatkan protokol kesehatan menjadi sebuah keharusan.

“Virus Covid-19 itu ada. Kalau belakangan kita mendengar dari berita banyak yang menderita Covid-19, sekarang kita mendengar dari WhatsApp Group kita, saudara kita, keluarga kita yang kita sayangi terjangkit Covid-19. Saya berharap dengan webinar ini kita jadi semakin paham tentang Covid-19 dan bagaimana cara mencegah maupun menghadapinya,” ujar Prof. Chandra.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.