Kompas.com - 15/07/2021, 13:07 WIB
Ilustrasi belajar dari rumah. DOK. SHUTTERSTOCKIlustrasi belajar dari rumah.

KOMPAS.com - Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Balitbang dan Perbukuan, Kemendikbud Ristek), bersama The SMERU Research Institute menyampaikan sejumlah hasil awal penelitian dari program Research on Improving System of Education (RISE).

Di antara beberapa hasil penetian, cerita inspiratif hadir dari Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Peneliti RISE, Delbert Lim menemukan bahwa tidak ada temuan kuat adanya penurunan kemampuan belajar di Bukittinggi selama siswa belajar di rumah selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi.

Menurut penelitian, tak menurunnya kemampuan siswa di Bukittinggi selama PJJ dikarenakan mayoritas siswa didampingi orang tua selama belajar dari rumah, bahkan sebelum pandemi berlangsung.

Baca juga: Cerita Siswi SMK Ranking Ke-33 di Kelas yang Lolos Masuk UI

"Keterlibatan orang tua punya andil besar mengurangi dampak penutupan sekolah akibat pandemi," jelas Delbert, seperti dirangkum dari laman Kemendikbud Ristek, Kamis (15/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, lanjut dia, untuk orang tua yang tidak mendampingi anaknya, 30 persen mengatakan karena mereka tidak memiliki kemampuan mendampingi.

Menariknya lagi, penelitian juga menunjukkan mayoritas siswa mengalami peningkatan hasil pembelajaran keseluruhan selama pandemi.

Tidak ada perbedaan dalam skala peningkatan antara siswa dengan latar belakang pendidikan orang tua yang berbeda.

“Namun, hasil pembelajaran siswa dengan orang tua yang berpendidikan lebih rendah tetap di bawah siswa dengan orang tua berpendidikan tinggi,” kata Delbert.

Baca juga: Cara Cek Siswa Penerima Kartu Indonesia Pintar untuk SD-SMA

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Iwan Syahril mengapresiasi riset ini.

Hasil penelitian ini, kata dia, menunjukkan resiliensi atau ketangguhan Indonesia

“Tapi, kita harus melihat semua ini sebagai ekosistem. Budaya masyarakat itu satu faktor. Tapi, jika peran kepemimpinan daerah tidak baik, itu mungkin tidak terjadi. Tantangan ini adalah kesempatan berinovasi, dan ada peran kepemimpinan yang dibutuhkan,” tegas Iwan.

Senada dengan itu, Kabalitbang dan Perbukuan Anindito menutup dengan, “Praktik baik yang terjadi di Bukittinggi bisa menjadi sumber energi dan inspirasi untuk mereplikasinya secara lebih luas, terutama sebagai pesan optimis di tengah situasi sulit saat ini.”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.