Kompas.com - 10/07/2021, 05:37 WIB
Komandan Secapa AD, Mayor Jenderal TNI Ferry Zein saat memberikan materi pada webinar gelaran Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP). Tangkapan layar Zoom Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP)Komandan Secapa AD, Mayor Jenderal TNI Ferry Zein saat memberikan materi pada webinar gelaran Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP).
|

KOMPAS.com - Tahun lalu, di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) menjadi kluster Covid-19. Tapi kini, sekolah yang diisi lebih dari 1.300 prajurit TNI AD tersebut nol kasus.

Lantas apa kunci keberhasilannya tersebut? Ternyata, semua karena berbagai program dan upaya, termasuk melakukan evaluasi yang dilakukan lembaga pendidikan tersebut.

Menurut Komandan Secapa AD, Mayor Jenderal TNI Ferry Zein, sekolahnya sempat dihantam Covid-19 pada Secapaad TA 2020. Ada sebanyak 1.268 orang di lingkungan Secapaad yang terpapar Covid.

Baca juga: Mau PTM Terbatas? Simak Dulu Tips Komandan Secapa AD Ini

Meski sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, namun pihaknya tak bisa mengontrol virus yang menyerang di berbagai negara, termasuk Indonesia.

"Dari jumlah itu, 983 adalah calon perwira dan 285 orang ialah organik atau internal Secapaad," ujar Mayjen TNI Ferry saat berbagi pengalamannya dihadapan peserta Program Fellowship Jurnalisme Pendidikan angkatan kedua secara daring, Senin (5/7/2021).

Adapun kegiatan ini digelar oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) berkolaborasi dengan PT Paragon Technology and Innovation.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dijelaskan Mayjen Ferry, penyebab sekolahnya jadi kluster Covid karena fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan di Secapaad masih sangat terbatas.

Karenanya, jumlah peserta didik tidak sebanding dengan kondisi fasilitas yang ada sehingga tidak mendukung terselenggaranya protokol kesehatan secara sempurna.

Disamping itu, kondisi fisik peserta didik juga tidak semuanya berada dalam kondisi bugar. Sementara itu, lingkungan sekitar Secapaad adalah lingkungan masyarakat yang sangat potensial menjadi jalur penularan Covid-19.

"Semua peserta didik kami full ada di sini. Bahkan pada waktu itu lingkungan kami masuk daerah oranye. Jadi, penyebaran Covid bisa tak terduga," katanya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.