Kompas.com - 09/07/2021, 18:10 WIB
Memperingati 45 Tahun Hari Satelit Palapa, Komunitas Sevima mengadakan talkshow yang menghadirkan Roy Suryo sebagai pembicara, Jumat (9/7/2021). Dok. Komunitas SevimaMemperingati 45 Tahun Hari Satelit Palapa, Komunitas Sevima mengadakan talkshow yang menghadirkan Roy Suryo sebagai pembicara, Jumat (9/7/2021).
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Siapa yang belum tahu Satelit Palapa? Satelit Palapa A1 merupakan satelit perdana milik Indonesia yang menjadi tonggak kemajuan teknologi komunikasi dan informasi di Indonesia.

Satelit Palapa A1 diluncurkan ke luar angkasa tepatnya pada 9 Juli 1976 lalu.

Roy Suryo selaku Pakar IT dan Mantan Menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Dua, merefleksikan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan untuk mencapai impian Indonesia bisa berjaya secara teknologi.

Roy Suryo mengajak pimpinan dan dosen untuk terus mengembangkan teknologi melalui peran mereka masing-masing.

Baca juga: Tips Sukses Raih Beasiswa Luar Negeri ala Alumni Universitas Pertamina

Manfaatkan teknologi di masa pandemi

Terlebih, di masa pandemi memaksa para civitas kampus untuk belajar dari rumah dan memanfaatkan teknologi untuk memastikan pembelajaran terus berlangsung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sehingga peringatan Peluncuran Satelit Palapa yang masih dalam suasana pandemi ini, sekaligus menjadi pengingat kita. Bahwa pandemi Covid-19 ini momentum untuk mengembalikan kejayaan teknologi Indonesia," ungkap Roy Suryo dalam Talkshow Komunitas Sevima dalam rangka peringatan Hari Satelit Palapa, Jumat (9/7/2021).

Roy Suryo mengatakan, tantangan penerapan teknologi di Indonesia tak sedikit. Mulai dari keterbatasan internet di luar Jawa. Hingga mahalnya biaya server jika kampus dan sekolah harus membuat aplikasi pembelajarannya sendiri.

Baca juga: UII Yogya: Kenali Teknik Proning Untuk Tingkatkan Saturasi Oksigen

Padahal, hal ini merupakan tuntutan di era Pandemi Covid-19. Roy Suryo memberi contoh, sistem akademik berbasis cloud computing sebagai solusi yang telah ada di Indonesia.

Melalui teknologi ini, pembelajaran dan administrasi kampus tak perlu lagi dilakukan secara tatap muka. Materi pun cukup disimpan secara online.

"Dengan adanya inovasi teknologi cloud computing di perguruan tinggi. Terus terang ini jauh lebih memudahkan dan jauh lebih efisien dibandingkan kalau perguruan tinggi menyiapkan perangkat sendiri," terang Roy.

Baca juga: ITS Buka Lowongan Kerja Jadi Tendik Tetap Non-PNS bagi Lulusan D4-S1

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.