Kompas.com - 08/07/2021, 07:39 WIB
Calon penumpang pesawat menjalani pemeriksaan embusan nafas dengan alat GeNose C19 di Bandar Udara Yogyakarta International Airport di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. PT Angkasa Pura I (Persero) memberlakukan dokumen negatif Covid-19 menggunakan GeNose mulai Kamis (1/4/2021). KOMPAS.COM/DANI JULIUSCalon penumpang pesawat menjalani pemeriksaan embusan nafas dengan alat GeNose C19 di Bandar Udara Yogyakarta International Airport di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. PT Angkasa Pura I (Persero) memberlakukan dokumen negatif Covid-19 menggunakan GeNose mulai Kamis (1/4/2021).

KOMPAS.com - Tim peneliti dan pengembang GeNose C19 Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan bahwa sampai saat ini GeNose masih digunakan di fasilitas publik pada berbagai sektor di masyarakat.

Sejak GeNose 19 tak masuk sebagai syarat perjalanan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, beredar informasi bahwa GeNose C19 resmi dilarang digunakan sebagai syarat perjalanan transportasi bahkan ditarik izin edarnya.

“Banyak berita negatif dan bahkan cenderung tidak benar soal GeNose yang harus diluruskan kepada publik,” papar Juru Bicara Tim GeNose, Saifudin Hakim seperti dirangkum dari laman UGM, Rabu (7/7/2021).

Hakim menegaskan, informasi tidak benar itu merupakan kesimpulan sepihak atas kebijakan PPKM Darurat yang tidak memasukkan GeNose sebagai syarat melakukan perjalanan selama PPKM Darurat.

Baca juga: Kemendikbud Ristek Buka Beasiswa Unggulan 2021, Kuliah Nol Rupiah

Izin edar GeNose C19, lanjut dia, juga masih berlaku sehingga tidak ada alasan untuk melakukan pelarangan penggunaan GeNose C19 di masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kesempatan "libur" penggunaan GeNose C19 di sektor transportasi selama PPKM Darurat, akan digunakan oleh Tim Peneliti dan Pengembang GeNose untuk menambah data varian baru virus Covid-19 ke kecerdasannya.

Hal itu akan membantu hidung elektronik mendeteksi Covid-19 dengan lebih akurat pada situasi penggunaan riil di lapangan.

“Akurasi GeNose sampai saat ini masih di angka 93-94% dan akan terus kita tingkatkan,” imbuh Hakim.

Menurut Hakim, penambahan data varian baru Covid-19 akan semakin memperkuat Artificial Intelligence (AI) dan akurasi GeNose C19. Sehingga, GeNose C19 justru harus semakin terus digunakan pada situasi riil agar semakin cerdas.

Baca juga: UGM Buka Beasiswa S2 untuk 14 Prodi, Bantuan UKT hingga 100 Persen

“GeNose C19 ini ibarat hidung sekaligus otak elektronik. Jika keduanya dilatih terus secara serempak, kita akan memiliki teknologi inovatif yang praktis, simpel, dan tepat,” kata Hakim.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.