Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/07/2021, 19:39 WIB
Albertus Adit

Penulis

KOMPAS.com - Di Indonesia ada banyak rempah yang dijadikan tanaman obat. Bahkan dijadikan bahan baku jamu dan suplemen herbal yang berkhasiat.

Salah satu khasiatnya adalah sebagai agen antiinflamasi. Akan tetapi, belum banyak riset untuk menjelajahi lebih lanjut tanaman antiinflamasi tersebut.

Serta belum adanya pengetahuan dan teknologi yang cukup untuk mendukung budidayanya. Padahal, tanaman-tanaman obat di Indonesia banyak manfaatnya.

Baca juga: Siswa Ingin Jaga Imun? Rempah Ini Kaya Manfaat, Bonus Berat Badan Turun

Terkait hal itu, Dr. Wisnu Ananta Kusuma selaku Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) membuat Aplikasi Ijah IPB University.

Selain itu, Prof. Sandra Arifin Aziz, Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian membahas aplikasi ini dalam TropBRC Webinar Series 2021 kelima IPB University.

3 rempah berkhasiat tinggi

Prof. Sandra mendapati bahwa aplikasi Ijah IPB University (Indonesia Jamu Herbs) memberikan banyak informasi terkait tanaman antiinflamasi yang ada di Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa sebelumnya, hanya sedikit jenis tanaman antiinflamasi yang terdata. Tetapi, dalam aplikasi Ijah IPB University, ada 139 tanaman yang potensial sebagai obat herbal antiinflamasi.

Contohnya dari kelompok tanaman Zingiberaceae serta tanaman tahunan khas seperti kemuning.

Berdasarkan data dari Ijah IPB University, jenis Zingiberaceae, yakni:

  • jahe
  • temulawak
  • kunyit

Ketiga tanaman itu berkhasiat untuk mengobati lebih dari 30 penyakit.

"Kita harus tahu bahwa jenis tanaman yang kita pakai (sebagai obat herbal) merupakan tanaman yang baik dari sisi genetiknya," ujar Prof. Sandra seperti dikutip dari laman IPB University, Jumat (2/7/2021).

"Jadi ketika memilih, pilihlah dari varietas yang terbaik. Namun kita harus tahu sumber dari bahan yang dipakai," jelasnya.

Baca juga: Cara Turunkan Berat Badan, Siswa Bisa Coba dengan Rempah Ini

Selain itu, Peneliti di Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IPB University ini mencontohnya rimpang Zingiberaceae sebagai bibit budidaya.

"Untuk budidaya, Prof. Sandra menekankan untuk memilih rimpang yang sudah tua. Tak hanya itu saja, karakteristik serta bobotnya juga harus sesuai, baik untuk rimpang cabang ataupun induk," imbuhnya.

Pemupukan juga perlu yang terstandar namun tetap merujuk acuan umum dengan ketentuan bagi tanaman obat.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com