Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/07/2021, 18:42 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Dalam kondisi kasus positif Covid-19 yang terus melonjak belakangan ini, tenaga kesehatan di rumah sakit harus berjibaku menolong para pasien.

Segmentasi tenaga kesehatan di Indonesia, sekitar 50 sampai 80 persen merupakan perawat. Dengan komposisi yang banyak ini, perawat menjadi garda terdepan dalam perawatan penderita Covid-19.

Namun fakta di lapangan, perawat Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Kepala Departemen Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) Yanny Trisyani mengatakan, perawat memberikan kontribusi signifikan dalam memberikan layanan kesehatan dalam penanganan Covid-19.

Baca juga: Intip Cara Mahasiswa Unair Kreasikan Jamu Jadi Minuman Kekinian

Kontribusi perawat di masa pandemi

Mulai dari tingkat fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) hingga pada tingkat perawatan kritis di rumah sakit.

"Pandemi Covid-19 memberikan gambaran nyata tentang bagaimana kontribusi keperawatan dalam merespons terhadap pandemi," kata Yanny saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar 'Let’s Fight This Global Challenge: Emergency Management in Covid-19 Pandemic Situations' yang digelar Fakultas Keperawatan Unpad seperti dikutip dari laman Unpad, Jumat (2/7/2021).

Menurut Yanny, tantangan pertama yang dihadapi adalah masih adanya gap atau kesenjangan pengetahuan di antara perawat.

Baca juga: UGM Sediakan 6.141 Kuota Calon Mahasiswa S2-S3, Ini Prodi Terfavorit

Pelayanan keperawatan pada pasien level moderat, akut, hingga kritis memerlukan kompetensi keperawatan yang lebih profesional.

Apalagi, pandemi menuntut perawat untuk menguasai beragam kompetensi baru dalam melaksanakan prosedur perawatan Covid-19

Buka akses pendidikan bagi perawat

Untuk menyiapkan kompetensi tersebut, Yanny mendorong pemerintah untuk membuka akses pendidikan dan pelatihan lebih luas bagi perawat.

Terlebih kesempatan akses pendidikan profesional, seperti pendidikan spesialis kegawatdaruratan. "Akses edukasi dan training harus dibuka untuk memperkuat perawat," ujar Yanny.

Baca juga: ITS Buka Sarjana Terapan Jalur Mandiri, Cek Syarat dan Biayanya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+