Kompas.com - 02/07/2021, 15:52 WIB
Diskusi Festival Parama PPI Dunia menghadirkan para pemimpin dari 3 negara, yaitu Indonesia, Uzbekistan, dan Turki.  Dok. PPI DuniaDiskusi Festival Parama PPI Dunia menghadirkan para pemimpin dari 3 negara, yaitu Indonesia, Uzbekistan, dan Turki.

KOMPAS.com - Direktur Direktorat Pergerakan dan Pengabdian Masyarakat (PPM) dari Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia), Rayhan Hanif Usamah menyampaikan, halal tourism memiliki potensi besar untuk berkontribusi, mengembangkan, serta memulihkan ekonomi nasional.

Hal tersebut dipaparkannya dalam diskusi virtual bertema "Pengembangan Destinasi Wisata Islam Selama dan Paska Pandemi Covid-19", Sabtu (26/6/2021).

Diskusi yang diselenggarakan sebagai bagian dari Festival Pelajar Dunia Membangun Desa (Parama) ini menghadirkan para pemimpin dari 3 negara, yaitu Indonesia, Uzbekistan, dan Turki.

Baca juga: Desa Terang Desa Internet, Inisiasi PPI Dunia Hadirkan Internet Daerah 3T

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dalam diskusi mengatakan, Covid-19 berdampak kepada seluruh sektor lapisan pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Saat pandemi ini kita harus berjuang untuk membuat pondasi yang stabil," paparnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain Sandiaga, narasumber lain yang hadir dalam diskusi ialah Saparudin Masyarif selaku staf khusus Gubernur mewakili Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Furqatbek Sidiq selaku Wakil Menteri Luar Negeri Uzbekistan, serta Wakil Walikota Bursa Turki, Ahmet Yildiz.

Para narasumber percaya bahwa Indonesia, Turki, dan Uzbekistan bisa menjalin hubungan baik dam bekerja sama di segala sektor terkhusus di sektor halal tourism.

“Bangka Belitung siap memulihkan sektor Halal Tourism. Gubernur sudah menyiapkan hotel-hotel dan restoran–restoran halal yang sudah teruji,” ujar Saparudin.

Sementara itu, Furqat mengatakan Indonesia dan Uzbekistan punya potensi besar untuk bekerja sama.

Baca juga: Mahasiswa S1-S3, Ini Cara Daftar Beasiswa Unggulan 2021 Kemendikbud Ristek

"Seperti bahan makanan, bukan hanya kualitas yang bagus tetapi memiliki sertifikat halal, Indonesia menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara,” papar Furqat.

Ahmet menambahkan, potensi kerja sama antara Indonesia, Uzbekistan, dan Turki perlu dikaji lebih jauh lagi.

“Kita akan mengkaji lebih jauh potensi kerja sama antara Indonesia, Uzbekistan, dan Turki. Contoh para pelajar Indonesia di sini (Turki) membawa keluarga mereka untuk berlibur, terkhusus ke sini (Bursa),” pungkas Ahmet.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.