Kompas.com - 30/06/2021, 14:42 WIB
Ilustrasi wawancara kerja. FREEPIK/KATEMANGOSTARIlustrasi wawancara kerja.

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto menyebut berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), dampak pandemi Covid-19 pada triwulan pertama tahun 2021 menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia turun 0,74 persen dibanding triwulan pertama tahun 2020.

Turunnya pertumbuhan ekonomi ini, jelas Wikan, diikuti dengan pertumbuhan industri, terutama pada penyerapan tenaga kerja.

Ia pun menyarankan para lulusan untuk meningkatkan kompetensi yang dibutuhkan di tengah pandemi, pasalnya pandemi mengubah kebutuhan di dunia kerja.

“Jadi, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan pun semakin sulit di masa pandemi, karena industri yang akan menyerap tenaga kerja semakin selektif. Ini tantangan bagi tenaga kerja kita bagaimana mereka benar-benar bisa bertahan dengan kompetensi di masa pandemi,” tutur Wikan dalam diskusi publik bertajuk “Masa Pandemi, Masanya Tingkatkan Kompetensi Diri” seperti dirangkum dari laman Kemendikbud, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Indofood Buka Lowongan Kerja 2021 untuk Lulusan SMA/SMK-S1

Belum lagi, lanjut dia, perusahaan-perusahaan kini membutuhkan karyawan dengan kompetensi baru karena pandemi ini mengakibatkan disrupsi banyak hal dan mengubah tatanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wikan menyimpulkan bahwa dalam rangka mengisi dan memanfaatkan periode bonus demografi, khususnya pada masa pandemi Covid-19, maka semua pihak harus berkolaborasi dalam meningkatkan kompetensi masyarakat.

“Memiliki kompetensi dasar saja tidak cukup sehingga anak-anak didik kita harus terus melakukan peningkatan dan pengembangan kompetensi diri yang akan meningkatkan daya jual dalam memenangkan kompetisi di dunia kerja termasuk dalam persaingan global,” kata Wikan.

Wikan pun membuat formulasi seperti piramida dunia kerja. Dirinya memperhatikan piramida bagian bawah yang paling besar, yaitu Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang saat ini jumlahnya sekitar 16 ribu di seluruh Indonesia.

Baca juga: Lulusan Ilmu Sosial Ingin Belajar Data Science Gratis? DQLab-UMN Buka Pendaftaran

“Untuk itu, Direktorat Kursus dan Pelatihan sangat inovatif merilis program-program pengembangan kursus dan kewirausahaan di LKP ini. Ini merupakan pendidikan nonformal vokasi yang harapannya benar-benar menyelamatkan bonus demografi kita dan membantu meningkatkan kompetensi di masa pandemi Covid-19,” ujar Wikan.

Sementara itu, pakar pendidikan vokasi, Abdul Malik menyampaikan tentang pengertian kompetensi dan pentingnya meningkatkan kompetensi diri.

Menurutnya, ada berbagai bentuk layanan pendidikan yang bisa diakses oleh masyarakat untuk memiliki dan meningkatkan kompetensi.

“Tidak hanya melulu pada pendidikan formal, pendidikan nonformal juga bisa menjadi alternatif pilihan dalam meraih kompetensi, salah satunya melalui kursus,” ujar Abdul Malik.

“Berbicara kursus, dahulu kita mengenal kursus mengetik kemudian kursus komputer, seiring perkembangan teknologi sekarang banyak pilihan kursus yang merupakan perkembangan dari kursus komputer seperti computer programming, web programming, web design, dan digital marketing yang sangat dibutuhkan oleh industri terutama pada masa pandemi sekarang ini,” tambahnya.

Baca juga: Lowongan Kerja Wings Group untuk Lulusan SMA/SMK, D3 dan S1-S2



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.