Para Guru, Mari Tetap Bersyukur di Masa Pembelajaran Daring...

Kompas.com - 28/06/2021, 15:47 WIB
Seorang guru memberikan materi saat simulasi pembelajaran tatap muka di SD Cimahi Mandiri 2, Cimahi, Jawa Barat, Senin (24/5/2021). Pemerintah Kota Cimahi menggelar simulasi pembelajaran tatap muka di 27 PAUD/TK, 102 SD dan 38 SMP sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada 19 Juli 2021 mendatang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISISeorang guru memberikan materi saat simulasi pembelajaran tatap muka di SD Cimahi Mandiri 2, Cimahi, Jawa Barat, Senin (24/5/2021). Pemerintah Kota Cimahi menggelar simulasi pembelajaran tatap muka di 27 PAUD/TK, 102 SD dan 38 SMP sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada 19 Juli 2021 mendatang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.

Oleh: Yulia Lestari Tarihoran, Pamela Hendra Heng, dan Sri Tiatri

KOMPAS.com - Setahun lebih wabah Covid-19 melanda lebih dari 200 negara di dunia. Dampak yang sangat dirasakan dunia pendidikan adalah kegiatan belajar dan mengajar dilakukan dalam jaringan (daring) guna memutus rantai penyebaran Covid-19 secara masif.

Dengan ketentuan pelaksanaan pembelajaran daring, para guru dituntut mendesain metode pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka menjadi secara daring. Kerja keras para guru selama diberlakukannya pembelajaran daring patut diapresiasi.

Para guru dituntut untuk terus berinovasi dan berkreasi untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan guna terus menarik dan mempertahankan semangat dan minat belajar para peserta didik selama pembelajaran daring.

Meskipun, faktanya tidak semua guru siap untuk melakukan sistem pembelajaran secara daring. Tidak semua guru mahir menggunakan teknologi internet atau media sosial sebagai sarana pembelajaran.

Beberapa guru senior belum sepenuhnya mampu menggunakan perangkat atau fasilitas serta penunjang kegiatan pembelajaran daring dan perlu pendampingan dan pelatihan terlebih dahulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, sebagian guru belum memiliki budaya belajar jarak jauh karena selama ini sistem belajar mengajar yang dilaksanakan adalah melalui tatap muka, para guru terbiasa berada di sekolah untuk berinteraksi dengan murid-murid.

Metode pembelajaran daring membuat para guru perlu waktu untuk beradaptasi dalam menghadapi perubahan baru yang secara tidak langsung akan memengaruhi kualitas hasil belajar (Purwanto et al., 2020).

Kesulitan yang dialami guru dengan diberlakukannya sistem pembelajaran daring mengkibatkan ketidaknyamanan yang dapat berimbas pada menurunnya kualitas pembelajaran.

Baca juga: Guru Besar UNY: Deteksi Dini Potensi Anak Bisa Optimalkan Prestasi

Melatih rasa syukur

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan guru. Salah satunya adalah melatih rasa syukur.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.