Kompas.com - 24/06/2021, 22:15 WIB
Ilustrasi kekerasan anak. SHUTTERSTOCKIlustrasi kekerasan anak.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus melakukan berbagai upaya untuk melindungi kalangan anak-anak dan perempuan terhadap kekerasan.

Kemen PPPA menekankan pentingnya pencatatan dan pelaporan data kekerasan melalui Sistem Informasi Perempuan dan Anak (Simfoni PPA).

Berdasarkan Simfoni PPA pada periode 1 Januari-9 Juni 2021 terjadi 2.319 kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa dengan jumlah korban sebanyak 2.347 orang.

Sedangkan kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 3.314 kasus dengan jumlah korban sebanyak 3.683 anak.

Baca juga: Ikut UM Undip? Kamu Bisa Gagal Jika Lakukan Hal Ini

Pentingnya data yang valid

Kepala Biro Data dan Informasi Kemen PPPA Lies Rosdianty menjelaskan, data yang valid sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan opsi terbaik dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Data juga bermanfaat sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Lies seperti dikutip dari laman Ruang Guru PAUD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Kamis (24/6/2021).

Lies menuturkan, keberadaan data valid dan terintegrasi juga bermanfaat sebagai bahan evaluasi terhadap intervensi dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang telah dilakukan.

Saat ini sudah dilakukan pencatatan data kekerasan baik korban atau pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak pada unit-unit layanan. Namun mekanisme dan format pencatatan data kekerasan masih bervariasi sesuai kebutuhan unit layanan.

Baca juga: Kompasfest Goes To Campus: Mahasiswa Bisa Bersinar dengan Minatnya

Selain itu juga belum dilakukan standardisasi pencatatan, sehingga data yang dihasilkan sangat beragam.

"Kami mulai membangun aplikasi Simfoni PPA pada 2016 sebagai sistem pencatatan dan pelaporan kekerasan," beber Lies.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X