Kompas.com - 22/06/2021, 17:30 WIB
ilustrasi Pulau Bali Shutterstockilustrasi Pulau Bali
|
Editor Dian Ihsan

Dalam kerangka pembelajaran di ruang terbuka akan diakui sebagai credit earning ataupun pemenuhan kegiatan kurikuler bagi siswa SD, SMP, SMA maupun perguruan tinggi.

Dengan menggunakan materi tentang budaya, kesenian, pertanian, hingga peternakan akan menjadi konten utama dalam proses pembelajaran di alam terbuka.

Selain itu, kegiatan ini akan dibimbing oleh instruktur lokal yang merupakan guru-guru dari desa setempat.

"Peserta eduwisata akan melakukan eksplorasi dalam konten tertentu dan akan diakomodasi dalam homestay yang dimiliki oleh penduduk dan dikelola BUMDes," kata Ketut seperti dikutip dari laman ITS, Selasa (22/6/2021).

Ada pelatihan berjenjang

Kedepan akan ada program pelatihan berjenjang bagi para instruktur untuk mempersiapkan beberapa hal. Mulai dari penetapan standar pelayanan homestay, standar kebersihan, standar kurikulum Merdeka Belajar serta standar penyediaan makanan dan lainnya.

Baca juga: Tips Belajar Bahasa Inggris ala Alumni Unikama

Kegiatan ini, lanjut Ketut, akan menghasilkan luaran berupa masterplan Pengembangan Desa Wisata yang terdiri dari perencanaan infrastruktur dan desain ruang, perencanaan digital marketing, pembuatan sistem informasi manajemen, dan unit bisnis perdagangan untuk BUMDes.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selain itu kami juga akan menghibahkan hardware dan software-nya, menyusun model bisnis dan kajian keekonomian serta merencanakan infrastruktur ICT pendukungnya," terangnya.

Penyusunan dokumen tersebut diharapkan dapat terselesaikan pada Oktober mendatang. Termasuk sosialisasi langsung kepada stakeholders di Desa Tihingan yang dilaksanakan di bulan sama.

Pastikan tidak berdampak pada nilai sosial budaya

Hal tersebut untuk memastikan masterplan desa wisata yang disusun KKN Abmas ITS ini sesuai dengan harapan, kapasitas, serta kondisi sosial budaya yang ada.

Selain itu juga untuk menjamin bahwa inisiatif desa wisata dan program yang direncanakan tidak akan berdampak pada kondisi sosial, budaya, adat dan nilai-nilai yang diusung masyarakat setempat.

Baca juga: Biaya Kuliah Prodi Saintek Jalur Seleksi Mandiri Universitas Brawijaya

Ketut menyatakan, keberhasilan program ini bergantung pada kerja cerdas serta komunikasi yang efektif dan terbuka antara Tim KKN Abmas ITS dengan pemangku kepentingan di Desa Tihingan.

"KKN ini merupakan bentuk riil dari konsep Merdeka Belajar, sehingga diharapkan menjadi model yang digunakan sebagai salah satu implementasi berbagai jenjang sekolah di Indonesia," pungkas Ketut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.