Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Madu Hitam Cepat Sembuhkan Luka, Ini Kata Dokter Unair

Kompas.com - 11/06/2021, 20:00 WIB
Sandra Desi Caesaria,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bagi penyuka madu, pasti tidak asing dengan madu hitam. Ternyata, selain baik bagi metabolisme tubuh, madu hitam memiliki potensi untuk mempercepat penyembuhan luka yang terinfeksi bakteri Staphylococcus Aureus.

Bakteri ini, sering menyerang kulit, menyebabkan keracunan makanan, hingga penyebaran infeksi dalam darah.

Untuk itu, jika madu hitam bisa dikembangkan lebih masif, maka tidak menutup kemungkinan menjadi alternatif pengobatan luka.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Willy Sandhika mengatakan madu hitam yang memiliki rasa pahit memiliki manfaat lebih banyak dari pada madu biasanya.

Baca juga: Peneliti Unair: Madu dari Lebah Ini Bantu Atasi Osteoporosis

Sumber rasa pahit dari madu hitam berasal dari senyawa alkaloid yang biasa terdapat pada pohon mahoni.

Selain alkaloid, madu hitam juga mengandung beberapa zat lainnya yang baik untuk kesehatan, seperti saponin dan flavonoid.

“Manfaat madu hitam ditengarai memiliki manfaat untuk kesehatan, misalnya menjaga sistem imun tubuh dan mempercepat proses penyembuhan luka,” ungkapnya.

Untuk membuktikan efektivitas madu hitam dalam penyembuhan luka, Willy beserta rekan peneliti lainnya melakukan penelitian mengenai manfaat pemberian madu terhadap penyembuhan luka yang terinfeksi bakteri.

Ada 24 ekor tikus putih galur wistar yang digunakan sebagai model percobaan yang dibuat luka sayat pada kulit punggung tikus dan dibagi menjadi 4 kelompok.

Baca juga: Peneliti IPB: Tanaman Herbal Ini Berkhasiat Redakan Asam Urat

“Percobaan dilakukan selama 5 hari dan pada hari ke-5 dilakukan pemeriksaan mikroskopis pada jaringan luka untuk mengetahui proses inflamasi dan penyembuhan yang terjadi pada luka kulit tikus putih tersebut,” jelasnya.

Pemberian madu hitam yang dioleskan, menurut Willy, pada luka infeksi selama 5 hari terbukti menurunkan derajat keradangan pada area luka yang diakibatkan oleh infeksi kuman Staphylococcus.

Madu hitam yang kaya dengan flavonoid dan senyawa phenol terbukti memiliki efek anti inflamasi.

Pada pemeriksaan mikroskopis terlihat bahwa jumlah pembuluh darah kapiler dan jumlah sel radang makrofag pada kelompok tikus putih yang diolesi madu hitam lebih sedikit secara signifikan dibandingkan dengan jumlah pembuluh darah kapiler dan sel radang makrofag pada tikus putih tanpa diolesi madu hitam.

“Adanya infeksi kuman akan meningkatkan inflamasi sehingga memperlambat proses penyembuhan luka. Sebaliknya, pemberian madu hitam pada luka dapat menurunkan inflamasi sehingga mempercepat penyembuhan luka yang terkena infeksi bakteri Staphylococcus,” tutupnya.

Baca juga: Peneliti IPB Temukan Minuman Penurun Gula Darah Berbasis Rempah

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com