Kompas.com - 10/06/2021, 16:00 WIB
Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud Ristek Sri Wahyuningsih Dok. KemendikbudDirektur Sekolah Dasar Kemendikbud Ristek Sri Wahyuningsih

KOMPAS.com - Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Sri Wahyuningsih mengatakan belajar di luar kelas sangat relevan dengan situasi saat ini, di mana virus corona masih menjadi ancaman bagi setiap orang, termasuk anak-anak.

Guru, lanjut Sri, bisa mengajak murid-muridnya bermain di luar kelas karena pada prinsipnya, bermain adalah belajar.

”Di masa pandemi Covid-19 ini, guru dituntut memiliki kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran sebagai upaya penguatan karakter generasi penerus bangsa. Jangan biarkan anak-anak kita mengalami learning loss. Salah satu inovasi yang bisa dilakukan adalah dengan bermain sambil belajar di luar kelas,” kata Sri seperti dirangkum dari laman Direktorat SD Kemendikbud Ristek, Kamis (10/6/2021).

Menurutnya, dengan belajar di luar kelas, potensi penularan virus corona bisa diminimalisir. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan pakai sabun.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Juli: Maksimal 2 Jam Sehari, Jumlah Murid 25 Persen

"Kalau belajar di dalam kelas mungkin ada kekhawatiran sirkulasi udara tidak lancar. Tapi kalau belajar di ruangan terbuka, tidak ada masalah sirkulasi udara. Anak-anak terkena sinar matahari secara langsung. Dan yang paling penting, bermain sambil belajar itu menyenangkan, dan mendorong siswa semakin kreatif," kata Sri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Inovasi pembelajaran dari guru untuk guru

Dalam berbagai kunjungan kerja ke daerah, Sri menemukan praktik-praktik baik belajar di luar kelas.

"Banyak guru telah melakukan inovasi pembelajaran. Situasi sulit di tengah pandemi Covid-19 ini mendorong mereka semakin inovatif. Bukan hanya guru-guru di kota, tapi juga guru-guru di pedalaman," kata dia.

Guru-guru Dyatmika School di Bali, misalnya, membangun kelas ruang terbuka di dekat kebun sekolah yang asri. Kelas itu tidak dikelilingi tembok. Kursi dan meja ditata rapi dan jaga jarak.

Baca juga: Targetkan 17,9 Juta Siswa, Ini Cara Daftar KIP Sekolah SD-SMA 2021

"Saya berdialog langsung dengan anak-anak yang belajar di kelas terbuka itu, pekan lalu. Mereka senang belajar di sana. Bahkan selalu menunggu-nunggu jadwal belajar di sana. Bosan kalau belajar di rumah terus,” tutur Sri.

Guru juga sering mengajak mereka keliling kebun sekolah yang luas dan hijau. Banyak tanaman pangan, rempah-rempah, bunga dan rumput hijau. Murid-murid bermain sambil belajar di kebun sekolah tersebut. Mereka belajar menanam dan merawat tanaman.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X