Kompas.com - 08/06/2021, 15:00 WIB
Prof. Dr. H. Amung Ma?Mun, M.Pd, Guru Besar Ilmu Kebijakan dan Pengembangan Olahraga Universitas Pendidikan Indonesia. DOK. Humas UPIProf. Dr. H. Amung Ma?Mun, M.Pd, Guru Besar Ilmu Kebijakan dan Pengembangan Olahraga Universitas Pendidikan Indonesia.

KOMPAS.com – Guru Besar Ilmu Kebijakan dan Pengembangan Olahraga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Amung Ma’Mun, M.Pd menyoroti peran penting sebuah kebijakan dalam praktik pembangunan olahraga di negara-negara di dunia.

“Sebuah kebijakan berdampak pembangunan olahraga bersinggungan secara pasti dengan perolehan kemajuan masyarakat suatu bangsa,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (8/6/2021).

Hal itu seperti penjelasan Ma’mun pada 2019. Saat itu ia mengatakan bahwa kebijakan berawal dari sebuah proses politik dalam rekruitmen kepemimpinan.

Kepemimpinan yang legitimate kemudian berimplikasi pada kekuasaan. Sedangkan praktik kekuasaan dijalankan melalui kebijakan, yang melahirkan konsekuensi anggaran.

Kebijakan dalam pembangunan olahraga nasional dibentuk berdasarkan perspektif historis, tren global, dan tantangan pada masa depan yang menjadi isu utama.

Dalam perspektif historis, pembangunan olahraga senantiasa seiring sejalan dengan praktik kepemimpinan nasional.

Di Indonesia, praktik kepemimpinan nasional sampai saat ini mengenal tiga era, yaitu: era Presiden Soekarno (1945-1966/67), era Presiden Soeharto (1966/1967-1998), dan era Reformasi (1998-sekarang).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Era Reformasi sudah dipimpin lima presiden, yaitu BJ Habibie (1998-1999), Abdurachman Wahid (1999-2001), Megawati Soekarnoputri (2001-2004), Susilo Bambang Yudoyono/SBY (2004-2014), dan Jokowi (2004-2024).

Baca juga: Guru Besar UPI: Perguruan Tinggi Harus Berani Ubah Pendidikan Kewirausahaan Jadi Digitalpreneur

Pada era Presiden Soekarno, kebijakan dalam pembangunan olahraga nasional seiring dengan visi nation and character building.

Visi tersebut menjadi sumber pemicu dalam menghidupkan semangat kebangsaan sebagai bagian dari eksistensinya untuk menunjukkan identitas diri bangsa Indonesia merdeka (17 Agustus 1945).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.