Kompas.com - 04/06/2021, 12:24 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim saat meluncurkan kebijakan Kampus Merdeka dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Pendidikan Tinggi, di Gedung D kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (24/1/2020). DOK. KemendikbudMendikbud Nadiem Makarim saat meluncurkan kebijakan Kampus Merdeka dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Pendidikan Tinggi, di Gedung D kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (24/1/2020).
|

"Apa profesi zaman sekarang yang hanya menggunakan satu rumpun ilmu? Hampir tidak ada, semua profesi di dunia nyata itu membutuhkan kombinasi dari beberapa disiplin ilmu," terang Mendikbud Ristek.

Baca juga: Pendaftaran Beasiswa Paragon Mahasiswa D3-S1 Diperpanjang

Nadiem mencontohkan bahwa seorang insinyur yang baik selain mengerti ilmu teknik, juga harus dibekali dengan ilmu desain.

Tak hanya itu saja, insinyur juga harus paham nantinya orang bisa menggunakan produknya atau paham dengan suatu mesin yang dibuat.

"Bagaimana menjadi sutradara yang baik, kalau kita jago bikin film tapi tidak bisa memasarkannya ke berbagai macam tempat. Maka harus paham soal sumber pendanaan, produser, cara memasarkannya dan lain-lain," katanya.

Namun kenyataannya sekarang ini, lulusan S1 justru akhirnya berkarir di tempat yang berbeda atau berbeda dari jurusannya.

Hadapi tantangan masa depan

Kebijakan Kampus Merdeka ini, menurut Mendikbud Ristek, bertujuan untuk mengubah program S1 agar mendorong mahasiswa dapat belajar menghadapi tantangan masa depan yang penuh ketidakpastian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Program ini untuk mengubah sistem S-1 yang bisa benar-benar mempersiapkan mahasiswa kita berenang di laut terbuka yaitu dunia nyata," terangnya.

Ternyata, upaya ini telah jamak dilakukan oleh perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini sangat erat dengan penguatan karakter generasi muda.

Baca juga: Calon Mahasiswa, Yuk Intip Biaya Kuliah Kedokteran di UB dan UNS

"Inilah pendidikan yang problem focused, yang secara langsung menguatkan karakter," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.