Kompas.com - 02/06/2021, 13:03 WIB
Frans Surdiasis menyampaikan materi pada Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) 2021 gelaran Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) secara daring, Rabu (2/6/2021). Tangkapan layar Zoom Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP)Frans Surdiasis menyampaikan materi pada Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) 2021 gelaran Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) secara daring, Rabu (2/6/2021).
|

KOMPAS.com - Cara kerja jurnalistik saat ini tidak hanya terpaku pada menyampaikan informasi kepada publik berdasarkan suatu kejadian atau fakta.

Tetapi lebih dari pada itu, informasi yang sampai kepada publik harus benar-benar menjadi suatu kebijaksanaan atau wisdom.

Lantas, bagaimana caranya? Menurut Dosen Akademi Televisi Indonesia (ATVI) yang juga praktisi (jurnalis), Frans Surdiasis, setiap pemberitaan harus berdasarkan data.

Baca juga: Pengamat Pendidikan Ingatkan Jurnalis Turut Mencerdaskan Bangsa

Dijelaskan Frans, jurnalisme data berarti menyampaikan cerita dengan data dan menemukan makna di dalamnya.

Jurnalisme data berkaitan dengan memperlakukan data sebagai sumber atau bahan yang melengkapi pengamatan, pernyataan pejabat maupun ahli.

"Namun sebelum mendapatkan berita yang berkualitas berdasarkan data, seorang jurnalis harus paham dengan jurnalisme data itu sendiri," terang Frans pada Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) 2021 gelaran Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) secara daring, Rabu (2/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut Frans mengatakan, jurnalisme data diperlukan karena saat ini:

  1. Lingkungan (dunia) yang makin kompleks
  2. Informasi tak lagi cukup
  3. Keluar dari kritik lama

Lingkungan yang makin kompleks

Dikatakan Frans bahwa dari zaman acta diurna Romawi hingga era digital saat ini, esensi dasar pekerjaan wartawan tidak berubah.

Yakni pergi ke luar, lihat dan dengar apa yang terjadi, lalu kembali melaporkan kepada pembaca, atau what is really going on?

Baca juga: 6 Dampak Negatif Media Sosial, Siswa Wajib Hati-hati

Di tengah lingkungan informasi yang makin kompleks, wartawan tidak bisa lagi sekadar mengandalkan insting berita.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X