Kompas.com - 25/05/2021, 14:34 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi Nadiem Makarim saat meluncurkan Merdeka Belajar Episode 11: Kampus Merdeka Vokasi, Selasa (25/5/2021). Tangkap layar Youtube Kemendikbud RistekMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi Nadiem Makarim saat meluncurkan Merdeka Belajar Episode 11: Kampus Merdeka Vokasi, Selasa (25/5/2021).
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek) meluncurkan Merdeka Belajar Episode 11: Kampus Merdeka Vokasi.

Tema ini diangkat sebagai bukti keseriusan pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud Ristek untuk melakukan transformasi di bidang pendidikan vokasi.

Dengan perombakan total ini diharapkan siswa dari sekolah maupun perguruan tinggi vokasi segera bisa mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim mengatakan, visi Kampus Merdeka Vokasi sederhana tapi cara mencapainya sangat sulit.

Yakni, memastikan integrasi pendidikan tinggi vokasi dan dunia kerja semakin erat.

Hal ini bukan hanya dilakukan dengan cara menjalin kerjasama atau MoU saja. Tapi ada definisi baru, keeratan dan sinkronisasi dari berbagai macam aspek perguruan tinggi dan prodi-prodi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita ingin, anak-anak vokasi langsung bekerja dari pembelajaran yang dijalani perguruan tinggi vokasi. Goal jelas, anak-anak mendapatkan pekerjaan di berbagai macam industri secepat mungkin dan dengan upah layak," terang Nadiem dalam acara peluncuran Merdeka Belajar Episode 11: Kampus Merdeka Vokasi yang diadakan secara virtual, Selasa (25/5/2021).

Nadiem menerangkan, essensi dari obyekif atau goal dari visi lulusan vokasi yakni menjadi lulusan yang kompeten, produktif dan lulusan kompetitif.

Hal ini perlu mentransformasikan paradigma lama yakni banyak lulusan perguruan tinggi vokasi atau politeknik tidak mendapatkan kesempatan yang sama seperti perguruan tinggi lainnya yang sifatnya lebih akademis.

"Hal ini harus dikoreksi bersama agar lulusan vokasi jauh lebih produktif dan kompetitif," tegas Nadiem.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X