Kompas.com - 20/05/2021, 16:44 WIB
Massa buruh menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di Kantor Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jakarta Pusat, Selasa (18/5/2021). Mereka menyampaikan sikap dukungan atas kemerdekaan bagi Palestina, setelah terjadi gempuran serangan yang dilakukan oleh pihak Israel beberapa hari terakhir. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMassa buruh menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di Kantor Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jakarta Pusat, Selasa (18/5/2021). Mereka menyampaikan sikap dukungan atas kemerdekaan bagi Palestina, setelah terjadi gempuran serangan yang dilakukan oleh pihak Israel beberapa hari terakhir.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Konflik Israel dan Palestina masih terus berlangsung dan memakan ratusan korban warga sipil. Berawal dari larangan berkumpul masyarakat Palestina di Sheikh Jarrah oleh polisi Israel.

Konflik ini terus memanas hingga ke kawasan Yerussalem Timur, Masjidil Aqsa, hingga Jalur Gaza.

Baca juga: Pakar UGM: Kemerdekaan Palestina di Tangan Amerika Serikat

Dosen Hubungan Internasional dan Ahli Kajian Timur Tengah Universitas Airlangga (Unair), M. Muttaqien mengungkapkan, dibutuhkan komitmen besar terhadap two state solution serta koridor kemanusiaan untuk meredam konflik Palestina dan Israel.

Two state solution atau solusi dua negara adalah formula jalan tengah yang dibuat oleh Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa, dan PBB bagi Israel dan Palestina.

Isi formula roadmap itu, yakni wilayah Yerussalem dibagi menjadi dua.

Yerussalem Timur bagi Palestina dan Yerussalem Barat bagi Israel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sayangnya, formula itu masih terus menemui masalah dalam hal implementasi, seperti pada konflik terkini di Sheikh Jarrah.

Muttaqien menyebut Dewan Keamanan PBB akan terus mengalami hambatan internal karena Amerika Serikat sebagai salah satu pemegang hak veto selalu berada di pihak Israel.

"Amerika terus menantang resolusi yang menyudutkan Israel. Progres dan resolusi mungkin hanya dapat PBB lakukan jika konsisten dengan two state solution. Setidaknya untuk meredam konflik, bukan mengatasinya," jelas Muttaqien melansir laman Unair, Kamis (20/5/2021).

Hal yang sama juga berlaku bagi Indonesia. Muttaqien menyebut, sampai saat ini Indonesia menerapkan tiga langkah untuk berperan dalam konflik Palestina dengan Israel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.