Kompas.com - 17/05/2021, 19:22 WIB
Ilustrasi gulai ayam kampung khas Padang, masakan Minang buat Lebaran. SHUTTERSTOCK/ARIYANI TEDJOIlustrasi gulai ayam kampung khas Padang, masakan Minang buat Lebaran.

KOMPAS.com - Meski menu lebaran telah berlalu, makanan dengan bahan santan tetap menjadi favorit sebagian orang karena cita rasanya yang gurih.

Lembutnya daging ayam gulai atau opor, gurihnya kuah yang bercampur dengan santan, serta taburan bawang goreng yang mempercantik tampilan menjadi daya tarik yang tidak bisa dihindari.

Begitu juga dengan rendang daging. Daging yang empuk dipadu dengan bumbu khas yang telah dicampur dengan santan menjadi pesona tersendiri yang mampu menggugah selera.

Namun, beberapa orang dengan kolesterol tinggi atau penderita jantung koroner tentu menganggap santan merupakan salah satu bahan makanan yang membahayakan.

Baca juga: Pakar IPB: Ini Cara Alami Obati Tekanan Darah Tinggi

Meski begitu, bila dikonsumsi dengan cara yang tepat, santan bisa menjadi santapan yang tak membahayakan kesehatan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Batasi jumlahnya

Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair), Stefania Widya Setyaningtyas mengatakan bahwa penderita penyakit jantung koroner bisa mengonsumsi opor ayam atau rendang meski mengandung santan tapi dengan memperhatikan jumlahnya.

“Jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan dan tidak dipanaskan berulang sebenarnya tidak masalah karena penderita penyakit jantung koroner sekalipun tetap membutuhkan lemak,” ujar Stefania seperti dirangkum dari laman Unair News.

Ia juga mengingatkan, santan mengandung lemak jenuh maka jumlah konsumsinya sebaiknya tidak lebih dari 10 persen dari total kebutuhan lemak.

Baca juga: Peneliti IPB Temukan Minuman Penurun Gula Darah Berbasis Rempah

2. Hidari pemanasan berulang

Pemanasan berulang yang diakukan pada makanan bersantan akan menyebabkan kandungan lemak jenuh dalam santan semakin meningkat.

“Hal ini terjadi akibat rusaknya struktur kimia lemak pada santan sehingga sebaiknya hindari konsumsi makanan bersantan yang dipanaskan berulang,” terangnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X