Kompas.com - 17/05/2021, 17:50 WIB
Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). Petugas gabungan memutar balikan ribuan pemudik yang melintasi pos penyekatan perbatasan Bekasi -Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras. WAHYU PUTRO APemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/5/2021). Petugas gabungan memutar balikan ribuan pemudik yang melintasi pos penyekatan perbatasan Bekasi -Karawang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pras.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Perayaan Idul Fitri 2021 masih dilakukan dalam kondisi pandemi Covid-19. Masyarakat di perantauan diimbau pemerintah agar tidak mudik ke kampung halamannya.

Alasan utama kebijakan pemerintah ini untuk mencegah penyebaran virus corona di Indonesia. Hanya saja, meski dilarang, masyarakat tetap nekat mudik. Padahal sudah ada aturan tegas soal larangan mudik Lebaran mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Lika-liku pemudik yang menerobos pos penyekatan pun ditemukan di beberapa titik.

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran (Unpad), Ahmad Buchari, salah satu penyebab masyarakat tetap nekat mudik Lebaran karena faktor kejenuhan yang dirasakan.

Baca juga: Unpad Sediakan Beasiswa S2 dan S3, Simak Informasinya

Penyebab masyarakat tetap nekat mudik

Hal ini menjadi salah satu alasan masyarakat nekat mudik Lebaran.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selama kurang lebih setahun masyarakat berupaya beradaptasi dengan Covid-19," kata alumnus Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) seperti dikutip dari laman Kagama.co, Senin (17/5/2021).

Ahmad Buchari menerangkan, Idul Fitri tahun 2020 dan 2021 pemerintah mengeluarkan kebijakan yang sama, yakni dilarang mudik saat Lebaran.

"Sangat bisa banyaknya warga nekad mudik tahun ini, karena jenuh tahun kemarin dilarang mudik. Jadi tahun ini memilih untuk nekat mudik," tuturnya.

Baca juga: Agar WhatsApp Tak Habiskan Memori HP ala Institut Teknologi Batam

Rindu kampung halaman

Selain itu, lanjut Ahmad Buchari, masyarakat di tanah rantau tentunya juga mengalami kerinduan terhadap sanak keluarga di kampung halaman.

Apalagi di Indonesia, mudik sudah menjadi tradisi masyarakat untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X