Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 17/05/2021, 13:03 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Penulis

KOMPAS.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak menyerang manusia.

Melansir Kementerian Kesehatan (Kemkes), data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi.

Jumlah penyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer. Karena, sering kali penyakit tekanan darah tinggi tak menimbulkan gejala.

Baca juga: Peneliti IPB Temukan Minuman Penurun Gula Darah Berbasis Rempah

Meskipun tidak menimbulkan gejala, hipertensi bisa menyebabkan komplikasi kesehatan, seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga kematian.

Saat hipertensi, tekanan darah berada pada 130-139 mmHg sistolik atau 80-89 mmHg diastolik atau lebih. Kondisi ini dinilai dapat lebih berbahaya karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh sehingga bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit.

Mengenal diet DASH untuk menjaga tekanan darah

Pola makan sehat menjadi salah satu cara efektif dalam mengontrol tekanan darah tinggi. Pola makan atau Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) dinilai menjadi cara yang cukup efektif untuk menaklukkan hipertensi.

Berdasarkan hasil penelitian, orang-orang yang melakukan diet DASH dapat menurunkan tekanan darah dalam waktu dua minggu. Selain itu, diet juga juga dapat membantu mengurangi kadar gula dalam darah, lemak darah dan kolesterol jahat.

Baca juga: Peneliti IPB: Tanaman Herbal Ini Berkhasiat Redakan Asam Urat

Diet DASH merupakan salah satu pola makan yang berfungsi untuk menekan lonjakan tekanan darah bahkan dinilai mampu mengurangi tekanan darah pada penderita hipertensi.

Tekanan darah yang terkontrol dapat mengurangi risiko komplikasi hipertensi, sehingga penyandang hipertensi dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

 

Dosen Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB University Naufal Muharam Nurdin mengatakan, pada prinsipnya diet DASH adalah mengurangi garam, meningkatkan asupan kalium, mengurangi lemak jenuh, dan meningkatkan serat.

Diet DASH pertama kali diperkenalkan oleh National Institute of Health (NIH) di Amerika Serikat pada tahun 1992. NIH menemukan, diet DASH dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 6-11 mmHg. Bagaimana cara melakukan diet ini?

Baca juga: Pakar IPB: Tiga Tanaman Ini Jadi Formula Obat Herbal Antihipertensi

Naufal menerangkan, diet ini dapat dipraktikkan dengan kembali ke pola makan masa lalu dengan cara:

1. Ukuran banyaknya buah dan sayur dalam sekali makan ialah 1/2 piring.

2. Lalu, banyaknya nasi dalam ukuran piring ialah 1/3 saja. Sisanya, piring diisi dengan lauk pauk, seperti protein.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com