Kompas.com - 17/05/2021, 06:46 WIB
Ilustrasi media sosial (ipopba) KOMPAS.COM/Ilustrasi media sosial (ipopba)
|

KOMPAS.com - Saat ini siswa tingkat SMP maupun SMA sudah banyak yang memiliki smart phone sendiri.

Para siswa juga banyak yang memiliki akun media sosial sebagai sarana aktualisasi diri. Namun jika tidak disertai edukasi menggunakan media sosial, bisa berdampak negatif.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Rachmani Puspitadewi mengatakan, penting untuk bijak dan berhati-hati saat menggunakan medsos.

Menurutnya, saat ini di dunia online juga ada pengaturannya yang mengacu pada dunia nyata. Sehingga para pengguna media sosial, khususnya para remaja harus hati-hati saat menulis.

"Jangan sampai ada kandungan pencemaran nama baik atau menghina, di dunia nyata juga kan sama, enggak boleh. Apalagi sekarang ada UU ITE, itu sangat luas berpengaruh jika berbicara UU ITE," kata dosen yang akrab disapa Putie seperti dikutip dari laman resmi Unpar, Minggu (16/5/2021).

Baca juga: Tanpa Tes Tertulis, Universitas Pertamina Buka Seleksi Nilai Rapor

Tak bijaksana menggunakan media sosial juga bisa berujung di ranah hukum. Putie mengungkapkan, beberapa pasal dalam Undang-undang ITE beserta ancaman hukuman dan denda bagi siapa saja yang melanggarnya.

Putie mengungkapkan, ada tiga hal utama yang patut jadi perhatian dan tentunya beririsan langsung dengan UU ITE, antara lain:

Bijak bermedia sosial

Aktivitas ini mulai dari menyebarkan berita atau gambar, menulis komentar atau status di semua platform media yang ada.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Perlu bijak dan hati-hati, jangan hanya ‘demi konten’, membuat konten yang mengandung SARA, penghinaan, pemerasan, pornografi, melanggar kesusilaan, berita bohong, perjudian. Karena dampak menulis, menyebarkan, membuat konten setelah ditulis atau dibuat lalu disebarkan akan dapat dilihat/diakses semua orang. Selalu pastikan apa yang kita sebarkan, tidak mengandung informasi hoaks," tegas Putie.

Baca juga: 5 Jalur Mandiri PTN dengan Biaya Pendaftaran Termurah

Waspada akan kejahatan dunia maya

Putie menambahkan, ada banyak kejahatan yang bisa terjadi di dunia maya. Mulai dari peretasan, phising, intersepsi, penyebaran virus (malware), bom e-mail, pencurian identitas, kebocoran data pribadi, cyberstalking, cyber bullying, penipuan online, dan perjudian game online.

Putie menekankan, siswa juga perlu juga memperhatikan keamanan selama beraktivitas di internet. Misalnya menjaga akun e-mail dan akun medsos.

Baca juga: Rayakan Lebaran Aman dari Covid-19 ala Epidemiolog Unair

Selain itu, tidak sembarang mengakses situs, termasuk mem-follow dan meng-accept akun yang tidak dikenal, serta me-like konten pihak yang tidak dikenal.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X