Kompas.com - 12/05/2021, 15:46 WIB
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani dalam webinar Kedaireka Kolaborasi Perguruan Tinggi dalam Mengatasi Stunting di Indonesia?, Kamis (1/4/21).
DOK. DITJEN DIKTISekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani dalam webinar Kedaireka Kolaborasi Perguruan Tinggi dalam Mengatasi Stunting di Indonesia?, Kamis (1/4/21).

KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud Ristek berkolaborasi dengan Kominfo berencana menjadikan Startup Digital sebagai mata kuliah wajib mahasiswa pada tahun 2022.

Program ini akan dipersiapkan mulai tahun ini untuk memberikan pelatihan startup kepada dosen yang nantinya akan mengampu mata kuliah tersebut.

Rencana ini diharapkan menjadi wadah dalam pendampingan dan pemberdayaan dunia startup digital di Indonesia melalui Gerakan 1.000 Startup Nasional di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Hal ini juga dinilai sejalan dengan prinsip Merdeka Belajar, Kampus Merdeka yang memberi hak bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studi namun tetap memperoleh SKS.

Sekretaris (Sesditjen) Dikti, Paristiyanti Nurwardani menyampaikan visinya untuk mencapai target 100.000 mahasiswa terlibat dalam pengembangan startup pada 2022.

Baca juga: Kemendikbud Ristek: Berikut Prosedur PTM Terbatas di SD

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

“Nantinya, tim yang lolos seleksi pengembangan startup akan mendapatkan bimbingan yang lebih intensif agar bertahan jangka panjang serta bisa masuk ke platform Kedaireka atau inkubator bisnis kampus,” tutur Paris.

Program 1.000 Startup Digital akan dikemas dalam beberapa tahapan yang berguna untuk memberikan wadah bagi setiap pegiat startup untuk bisa belajar sesuai dengan kebutuhan pengetahuan dari tingkat dasar hingga siap untuk dites pasar.

Terdapat enam tahapan untuk para startup founder, yaitu:

  1. Ignition: seminar daring yang memberikan pemahaman dari para pelaku dan regulator industri startup;
  2. Networking: kegiatan berjenjang dengan peserta lainnya di daerah masing-masing;
  3. Workshop: pembekalan pengetahuan teknis dan nonteknis membangun startup dari ide hingga launching;
  4. Hacksprint: aktivitas brainstorming ide hingga menjadi produk minimum siap uji yang akan berlangsung selama 3 hari secara online dan offline bersama mitra coworking di masing-masing kota;
  5. Bootcamp: melakukan validasi customer dengan bimbingan mentor program, UX, dan bisnis melalui video response; dan
  6. Incubation: 1-on-1 mentoring bersama dedicated mentor dan akselerasi 1 key metric utama selama 4 minggu.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X