Kompas.com - 12/05/2021, 12:08 WIB
ilustrasi bungkus ketupat. SHUTTERSTOCK ANJASARI/LAOFIATI PUTRI ilustrasi bungkus ketupat.

KOMPAS.com - Perayaan Hari Raya Idul Fitri atau lebaran tak lengkap rasanya bila tak ada menu ketupat. Ketupat sejak lama telah menjadi menu identik perayaan lebaran.

Ketupat biasanya dikonsumsi dengan cara dipadukan bersama makanan lain, terutama sayuran kuah santan. Kombinasi keduanya memiliki cita rasa tersendiri.

Selain memiliki rasa yang enak dan banyak "digandrungi" pecinta kuliner saat Lebaran, ada makna tersendiri mengenai ketupat, baik itu bentuk ataupun penyebutannya. Menjadi alasan mengapa ketupat tak bisa digantikan dengan lontong walau sama-sama terbuat dari beras.

Melansir laman platform edukasi Zenius Education, ketupat itu merupakan salah satu bentuk akulturasi budaya Jawa dan Islam.

Tradisi membuat ketupat sudah ada sejak zaman Wali Sanga, yaitu sekitar abad ke-15 atau ke-16. Ketupat pun menjadi pengingat makna dari Hari Raya Idul Fitri bagi yang menyantapnya.

Baca juga: Peneliti IPB: Tanaman Herbal Ini Berkhasiat Redakan Asam Urat

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut buku "Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia" karya Fadly Rahman. Sunan Kalijaga juga menggunakan ketupat sebagai salah satu perpaduan budaya sekaligus filosofi Jawa yang bergabung dengan nilai Islam.

Ketupat atau kupat menyimbolkan dua hal, yakni "ngaku lepat" yang artiya mengakui kesalahan dan "laku papat" atau empat sebagai yang tercermin dari empat sisi ketupat.

Empat sisi ketupat memiliki makna, yaitu:

1. Lebaran

Satu sisi ketupat bermakna pintu maaf dibuka untuk orang lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X