Kompas.com - 29/04/2021, 18:42 WIB
Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta Shutterstock/Fajar Tri AmboroKampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Dosen Ilmu Komunikasi UGM, Nyarwi Ahmad menilai reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Jokowi kali ini berbeda dengan reshuffle yang dilakukan sebelumnya yang lebih fokus mengganti sejumlah menteri.

Namun, reshuffle kali ini lebih ke arah restrukturisasi organisasi kementerian dan lembaga negara.

Baca juga: Nadiem Makarim Ingin Bermitra dengan BRIN

"Reshuflle kali ini lebih menunjukkan sebagai reshuffle nomenklatur kementerian dan lembaga negara. Ini merupakan tradisi reshuffle yang cukup baru dan bagus juga," ucap dia melansir laman UGM, Kamis (29/4/2021).

Dia mengaku, model reshuffle kali ini juga positif, sehingga bisa menjaga ritme dan kekompakan kinerja para Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dia menganggap model reshuffle nomenklatur kali ini diharapkan dapat memaksimalkan capaian kinerja kementerian-kementerian yang membidangi sektor-sektor tertentu, khususnya bidang investasi, pendidikan, riset dan teknologi.

"Dengan begitu bisa lebih maksimal dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daya beli masyarakat di tengah wabah pandemi seperti ini," ucap pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Asal tahu saja, ada dua nomenklatur kementerian baru yang sudah disepakati oleh DPR beberapa waktu lalu, yaitu Kemendikbudristek dan Kementerian Investasi. Kedua kementerian itu dikendalikan oleh Nadiem Makarim dan Bahlil Lahadalia.

Peluang dan tantangan

"Hal ini menunjukkan kepercayaan Presiden Jokowi pada Nadiem dan Bahlil makin meningkat," sebut dia.

Terkait dengan Nadiem Makarim, kata Nyarwi, Nadiem memiliki peluang lebih untuk mengelola kebijakan publik dan komunikasi publik di lembaga kementerian yang dipimpinnya secara lebih baik dan tidak dipenuhi dengan kebijakan yang bisa mengundang kontroversi.

Nadiem perlu menunjukkan kepada publik seperti apa inovasi-inovasi yang dilakukannya ke depan dalam memperkuat bidang riset dan teknologi di Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X