Kompas.com - 27/04/2021, 13:00 WIB
Ilustrasi konsumen Thinkstockphotos.comIlustrasi konsumen

KOMPAS.com - 22 tahun Indonesia mengadopsi dan menerapkan undang-undang yang mengatur bagaimana hubungan antara pelaku usaha dan konsumen.

Hal itu, diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) Nomor 8 tahun 1999. Isinya mengatur segala hak konsumen dan pelaku usaha. 

Namun, dalam kenyataannya, konsumen belum menjadi ‘raja’ seperti yang selama ini digaungkan. Masih banyak insiden yang melanggar hak-hak konsumen dilakukan oleh pelaku usaha. Apalagi lebih memprihatinkan adalah konsumen sendiri tidak sadar kalau haknya dilanggar.

Di sisi lain, pelaku usaha masih banyak yang kurang bertanggung jawab dan memanfaatkan ketidaktahuan konsumen atas haknya.

Baca juga: Empat Cara Menjadi Kaya dengan Hidup Zero Waste

Pemerintah juga belum optimal dalam membuat kebijakan dan regulasi yang berpihak pada konsumen serta pengawasannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) Indonesia yang masih rendah menjadi cerminan dari masih lemahnya perlindungan konsumen di Indonesia.

Pada tahun 2020, IKK Indonesia baru mencapai 49.07 dari skala 0-100, yang lebih rendah dibandingkan indeks Uni Eropa tahun 2011 yang telah mencapai 51.31.

Lalu, Malaysia tahun 2013 mencapai 56.9 dan Korea Selatan tahun 2018 yang telah mencapai 65.5.

“Tentunya PR (Pekerjaan Rumah) besar bagi pemerintah dan lembaga-lembaga perlindungan konsumen di Indonesia untuk lebih dapat memberdayakan konsumen," ujar Dr Megawati Simanjuntak, Dosen IPB University dari Departemen ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia dilansir dari laman resmi IPB University. 

Baca juga: Peneliti IPB: Tanaman Herbal Ini Berkhasiat Redakan Asam Urat

Ia mengatakan, konsumen yang berdaya adalah konsumen sejahtera. Kelompok konsumen ini akan lebih yakin bertransaksi dengan pelaku usaha dan akan cenderung membeli lebih banyak, sehingga akan menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X